PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk,FOKUS KE PENGEMBANGAN USAHA DISTRIBUSI DIGITAL PT TIPHONE MOBILE INDONESIA Tbk GANTI NAMA MENJADI PT OMNI INOVASI INDONESIA

refubliknews.com,
Jakarta,-
PT Tiphone Mobile Indonesia TBK(Perseroan atau TELE) pada hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)dan Publik Expose yang berlangsung di Kantor Pusat Perseroan,Lawu Tower Jalan Gajah Mada No.27A.Jakarta.Kamis(30-6-2022).

Salah satu keputusan dalam RUPST tersebut adalah menyetujui untuk mengubah atas nama Perseroan dari sebelumnya PT Tiphone Mobile Indonesia TBK menjadi PT OMNI INOVASI Indonesia TBK.

Corporate Secretary Perseroan,Semuel.Kurniawan, mengatakan dengan adanya persetujuan pemegang saham tersebut.Untuk selanjutnya TELE akan fokus dalam pengembangan usaha distribusi digital bekerja sama dengan prinsipal sehingga bisnis ini akan menopang kinerja usaha secara jangka panjang.”kata semuel usai penyelenggaraan RUPST, kepada para awak media.

Selain meminta dengan Telkomsel untuk distribusi voucher,saat ini perseroan juga telah ditunjuk sebagai mitra PLN sebagai distributor tunggal terkait dengan kerjasama penjualan Token listrik.Perseroan akan terus menambah mitra – mitra lainnya untuk pendistribusian Token PLN tersebut melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

TELE juga siap masuk bisnis switching service provider melalui sinergi dengan operator telekomunikasi TELE telah dinyatakan lulus secara teknis (UAT) untuk melayani mitra switching Telkomsel dan saat ini sedang dalam tahap final pembicaraan dengan Mitra – mitra modern Chanel agar mitra – mitra tersebut segera beralih ke TELE.

“Sudah ada beberapa calon mitra Chanel yang bersedia menjadi mitra Chanel kami.Saat ini”kata masih menunggu surat persetujuan pengalihan yang di ajukan oleh mitra Chanel kepada kami.”Semuel.

Menurut Semuel, untuk tahun 2022, TELE berfokus pada tiga strategi utama yakni melakukan restrukturisasi model bisnis,TELE akan melakukan pengembangan usaha,baik secara organik maupun anorganik.

“TELE juga akan melakukan anak – anak Perusahaan yang tidak memberikan kontribusi maksimal bagi perseroan atau tidak searah dengan rencana masa depan.”ujar Semuel.

RUPST juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen dan tidak menyisihkan dana cadangan pada tahun buku 2021 karena saldo laba yang negatif.

RN/Umayah Handayani/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *