refubliknews.com.
TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Jonnedy Marbun, S.Pd, MM, secara resmi membuka kegiatan Advokasi dan Promosi iBangga (Indeks Pembangunan Keluarga) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah pada Rabu 1 Juli 2026 ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di wilayah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Jonnedy Marbun, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Ibangga hadir sebagai instrumen penting untuk mengajak seluruh elemen masyarakat mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.
“Melalui advokasi dan promosi Ibangga, kita harapkan masyarakat semakin memahami pentingnya berencana dalam keluarga, menjarangkan kehamilan, serta memanfaatkan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang berkualitas dan aman,” kata Jonnedy Marbun.
Jonnedy menjelaskan bahwa iBangga merupakan alat ukur kualitas keluarga yang dikembangkan oleh BKKBN untuk mengevaluasi keberhasilan Program Bangga Kencana. Pengukuran ini didasarkan pada 3 dimensi utama, mengukur dimensi hubungan harmonis antar anggota keluarga, ibadah, dan legalitas pernikahan, mengukur akses pendidikan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi keluarga, mengukur interaksi sosial, tempat tinggal yang layak, dan dukungan psikologis keluarga.
Jonnedy juga menekankan tiga pesan inti dari program ini, yaitu Berencana itu Keren, Keluarga Berkualitas, dan Cegah Stunting. Di akhir sambutannya, Jonnedy mengajak seluruh peserta untuk aktif dan menjadi agent of change (agen perubahan) di lingkungan masing-masing.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tapanuli Tengah, dr. Syarifah Soraya, M.Kes, memaparkan lima harapan utama yang ingin dicapai dari kegiatan ini, antara lain :
- Memperkuat komitmen stakeholders serta sinergisitas antar-pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program pembangunan keluarga,
- Meningkatkan pemahaman masyarakat secara luas dalam mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana yang aman,
- Meningkatkan pengetahuan generasi muda atau remaja terkait pentingnya kesehatan reproduksi.
- Menjadikan kelompok lanjut usia (lansia) di Tapanuli Tengah lebih berdaya, dan
- Meningkatkan sekaligus mewujudkan eksistensi keluarga yang berkualitas, sehat, dan berencana.
Lebih lanjut, dr. Syarifah menjelaskan tiga hasil konkret (output) yang akan diperoleh melalui program pengukuran iBangga ini yaitu pertama adalah Pemetaan Kualitas Keluarga, di mana pemerintah dapat mengetahui status capaian riil pembangunan keluarga, yang nantinya diklasifikasikan ke dalam kategori keluarga tangguh, berkembang, atau rentan.
Kedua berkaitan dengan Evaluasi Kebijakan Daerah. Hasil ukur ini akan menjadi landasan valid bagi para pemangku kebijakan di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mengambil tindakan intervensi program yang jauh lebih tepat sasaran.
Ketiga adalah Penguatan Kesadaran Masyarakat, khususnya dalam memperkuat hubungan emosional antar-anggota keluarga, mendorong hadirnya peran ayah, serta menumbuhkan budaya pengasuhan yang setara demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Turut hadir Kepala OPD se-Kabupaten Tapanuli Tengah, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Camat, Kepala UPTD Puskesmas, Lurah, Koordinator PLKB Kecamatan, Kepala Desa, serta TP PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa.
RN/Sefri F.Siahaan/red






