Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI, Bupati Tapanuli Tengah : Apresiasi Kontribusi Guru dalam Membangun Masa Depan Generasi Muda.

refubliknews.com,- PANDAN — Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi pada Selasa 28 Juli 2026 menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pengurus PGRI Cabang se-Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” yang diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Pandan.

Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Tapanuli Tengah Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030 ini dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Sumatera Utara, Samsul Napitupulu, S.E., M.Si. Adapun Pengurus PGRI Tapanuli Tengah yang dilantik meliputi Ketua Herry Batubara, S.Pd., M.M., Sekretaris Rahmad Hamonangan Sihite, S.Pd., serta Bendahara Irma Nur Azizah, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah dalam meningkatkan kualitas sektor pendidikan serta kesejahteraan para tenaga pendidik.

“Kita lagi menyusun perencanaan anggaran kita. Tolong diberikan apresiasi kepada guru-guru kita, terutama yang mengabdi sampai sekarang di daerah-daerah yang terdampak bencana, yang mengajar di sekolah darurat maupun di tenda-tenda, juga terhadap guru-guru yang mengajar di daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal dan terpencil. Kita berikan apresiasi dan kita berikan insentif,” kata Masinton Pasaribu.

Lebih lanjut, Bupati secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk praktik pungutan liar (pungli) yang merugikan tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa era di mana guru dijadikan sebagai objek harus segera diakhiri.

“Kami tidak ingin ada pemotongan yang sifatnya pungutan liar, agar para guru kita tidak lagi jadi objek. Kalau selama ini tenaga pendidik dijadikan objek, sekarang kita akhiri. Guru bukan objek eksploitasi siapapun. Yang menjadi kepala sekolah itu tidak boleh dipungut bayaran. Kalau sudah haknya dikurangin, lapor Bapak-Ibu ya, agar kami bisa menata dan memperbaikinya,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Tapanuli Tengah mengapresiasi kontribusi dan peran strategis para guru dalam membimbing serta membangun masa depan generasi muda. Menurutnya, peran seorang guru melampaui batas-batas pengajaran teknis di dalam kelas.

“Saya lihat kontribusi peran guru dalam upaya memberikan arah tuntunan terhadap generasi-generasi kita. Guru tentu bukan hanya mengajar tentang teknis, tapi guru juga membentuk karakter, membentuk sikap, membentuk mental dan jiwa anak-anak Tapanuli Tengah,” pungkasnya.

Turut hadir yaitu Danlanal Sibolga, mewakili Forkopimda Tapanuli Tengah (Tapteng), Wakil Ketua DPRD Tapteng, Kepala Kantor Kementerian Agama Tapteng, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Kadis Pendidikan Tapteng, Kadis Perpustakaan dan Arsip Tapteng, Plh. Kadispora Tapteng, Plh. Kadis Kominfo Tapteng, Pimpinan Cabang Bank Sumut Pandan, jajaran Pengurus dan Anggota PGRI, serta tamu undangan lainnya.


RN/ Sefri F Siahaan /red

Pos terkait