refubliknews.com – Jakarta || Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menggantikannya dengan Suahasil Nazara pada Senin 14/9/2026. Pernyataan itu disampaikan Mahfud melalui kanal YouTube Mahfud MD Official.
Menurut Mahfud, pergantian tersebut merupakan langkah perbaikan yang tanggap terhadap keluhan masyarakat soal kinerja Kementerian Keuangan. Ia mengaku sudah mengetahui rencana reshuffle beberapa hari sebelumnya. Mahfud juga menilai Suahasil sebagai birokrat profesional yang tepat, karena lebih banyak bekerja dan tidak banyak bicara. “Saya mengucapkan selamat kepada Pak Suahasil… mudah-mudahan lebih firm dan tentu kita mengapresiasi Presiden yang telah tanggap,” kata Mahfud.
Mahfud membongkar dua kelemahan mendasar Purbaya. Pertama, komunikasi publik yang buruk karena sering membuat pernyataan yang terkesan meremehkan persoalan kompleks hingga memicu keresahan. Salah satunya saat mengumumkan 490 daerah terancam tidak mampu membayar gaji pegawai, yang dinilai seharusnya dicarikan solusi bukan dilempar ke publik tanpa taktis. Purbaya juga dikritik kerap sesumbar soal stabilisasi rupiah namun kemudian mengaitkan pelemahan dengan Bank Indonesia.
Kedua, soal substansi kebijakan. Mahfud menyoroti inkonsistensi pendanaan kereta cepat Whoosh yang awalnya disebut tidak akan pakai APBN dan sempat dikaitkan dengan Danantara, namun akhirnya membebani APBN sekitar Rp1 triliun per tahun selama 80 tahun. Ia juga menilai tidak ada pembenahan struktural serius di Bea Cukai meski sempat ada ancaman penutupan saat muncul kasus korupsi. Pergantian Menkeu sendiri berlangsung mendadak, Suahasil mengaku baru ditelepon Istana pada pagi hari pelantikan.
Presiden Prabowo resmi melantik Suahasil Nazara berdasarkan Keppres Nomor 97/P/2026 untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Suahasil sebelumnya menjabat Wamenkeu sejak 2019 dan pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Pelantikan ini mengakhiri masa jabatan Purbaya yang baru sekitar satu tahun sejak dilantik 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani.
RN/Raffa Christ Manalu/red






