refubliknews.com, Bandung Penunjukan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Wahyu Mijaya menjadi Penjabat atau Pj Bupati Cirebon, diyakini tak akan menganggu proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024.
Direktur Indonesian Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyebut, birokrasi sebenarnya sudah sistematis. Sehingga ketidakadaan Kadisdik tidak akan menghambat kinerja.
“Secara umum tidak akan berdampak pada aktivitas PPDB, mengingat kerja birokrat sudah sistematis, tanpa ada Kadisdik sekalipun, tidak akan menghambat kinerja,” kata Dedi, kepada media, pada Sabtu, 18 Mei 2024.
Ia menilai, yang akan menjadi persoalannya apakah yang diangkat menjadi Pj Bupati Cirebon memiliki kapasitas untuk memahami kondisi daerah.
Meski menjabat sebagai Pj hanya sebentar, akan tetapi dikhawatirkan memerlukan adaptasi yang menyita waktu panjang.
“Justru, yang menjadi persoalan adalah Cirebon, karena memimpin satu wilayah birokratis semestinya diperlukan kapasitas yang umum, memahami setidaknya kondisi Cirebon sejak awal. Meskipun, Pj akan berlangsung singkat mengingat hanya beberapa bulan saja. Dikhawatirkan, Cirebon memerlukan adaptasi yang cukup menyita waktu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya menyoroti penunjukan Wahyu Mijaya sebagai Penjabat Bupati Cirebon sangat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pergantian jabatan di tengah persiapan proses PPDB 2024 merupakan tugas berat malah di tinggalkan.
“Surprise, di pertengahan mei, semua pihak sangat kaget,” kata Abdul Hadi Wijaya, pada Jumat 17 Mei 2024.
“Kadisdik dan jajarannya berani, serta tegas menentang terhadap bentuk kecurangan. Ini luar biasa dan kami apresiasi,” tandasnya.
RN/raffa christ manalu./red