refubliknews.com,- TAPANULI TENGAH – Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dibangkitkan pascabencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Guna mendongkrak kembali semangat belajar dan memberikan kepedulian nyata kepada para pelajar, Palang Merah Indonesia (PMI) Tapteng bersama Hong Kong Red Cross (HKRC) menyalurkan sebanyak 171 paket sekolah kepada siswa SMPN 3 Badiri pada Jumat 5 Juni 2026.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Aula SMPN 3 Badiri ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah sekaligus Ketua PMI Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, serta perwakilan dari Hong Kong Red Cross.
Mengawali sambutannya, Mahmud Efendi menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bukti nyata dari besarnya dukungan dan kepedulian dunia internasional terhadap masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.
“Kehadiran Hong Kong Red Cross ini merupakan suatu empati yang tulus untuk masyarakat Tapanuli Tengah. Hubungan baik antarnegara ini harus terus kita jaga sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan,” ujar Mahmud Efendi.
Mahmud juga memberikan motivasi khusus kepada para siswa agar tidak membiarkan bencana menyurutkan langkah mereka dalam menuntut ilmu. Beliau menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tangguh dan kompetitif.
“Kami ingin anak-anak Tapanuli Tengah harus bisa bangkit dan meningkatkan semangatnya dalam mengikuti pelajaran. Anak-anak Tapanuli Tengah harus bisa memiliki daya saing dengan daerah lain, bahkan dengan negara lain. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah beserta PMI akan terus memberikan perhatian. Jangan patah semangat dalam meraih cita-cita,” tegasnya.
Sementara itu, Programme Coordinator International Relief Service dari Hong Kong Red Cross, Jean Lin, menjelaskan bahwa bantuan paket sekolah tersebut dihimpun langsung dari donasi masyarakat dan Pemerintah Hong Kong untuk anak-anak yang terdampak bencana di Tapanuli Tengah.
“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami. Kami berharap bantuan ini dapat memicu para siswa yang ada di sini untuk belajar dengan lebih giat lagi,” ungkap Jean Lin.
Melalui sinergi kemanusiaan ini, diharapkan pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan dasar belajar para siswa dapat mempercepat bangkitnya sektor pendidikan di Tapanuli Tengah pascabencana.
Turut hadir Camat Badiri, Kepala Sekolah SMP N 3 Badiri, Pengurus PMI Pusat, Pengurus PMI Provinsi Sumatera Utara, dan Pengurus PMI Tapanuli Tengah.
RN/Sefri F Siahaan/red






