refubliknews.com,- Jakarta – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama dalam menjaga ketahanan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran pengurus Perempuan Indonesia Maju (PIM) pada Rabu (22/4/2026) di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Jakarta Timur.
Menurut Wamen Isyana, ketahanan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kekuatan keluarga, di mana perempuan berperan sentral dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ia menekankan bahwa penguatan perempuan dalam aspek kesehatan, pendidikan, serta kemandirian ekonomi keluarga merupakan fondasi penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Perempuan bukan hanya pilar keluarga, tetapi juga motor penggerak pembangunan. Ketahanan keluarga yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan bangsa secara menyeluruh,” ujar Wamen Isyana.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, memaparkan rencana pelaksanaan Forum Nasional Perempuan Indonesia dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PIM ke-2 yang akan digelar pada 6–7 Mei 2026 di Auditorium Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat. Forum ini direncanakan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Forum Nasional tersebut akan menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor dengan fokus pembahasan pada isu-isu strategis, seperti ketahanan ekonomi keluarga, peran perempuan dalam sektor kehutanan dan lingkungan, penguatan budaya, serta ketahanan pendidikan di era digital termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI).
Wamen Isyana menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai Forum Nasional Perempuan Indonesia sebagai wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan. Ia juga menekankan bahwa forum ini dapat menjadi ruang konsolidasi gagasan dan solusi konkret dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis keluarga.
Lebih lanjut, Wamen Isyana mengajak PIM untuk berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program prioritas kementerian yang dipimpin oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji. Ia menilai PIM memiliki kekuatan jaringan hingga ke daerah yang sangat potensial dalam mendukung implementasi program pemerintah, termasuk program peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.
“PIM memiliki struktur organisasi yang kuat hingga ke daerah. Ini menjadi modal penting untuk bersama-sama mengakselerasi program-program yang menyentuh langsung perempuan dan anak,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum PIM Bidang Kesehatan, dr. Isabella C. Koraag, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan ajakan kolaborasi dari Wamen Isyana. Ia menegaskan kesiapan PIM untuk memperkuat sinergi dengan kementerian, khususnya dalam program-program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.

“Kami menyambut baik ajakan kolaborasi ini. PIM siap menindaklanjuti melalui kerja sama konkret dengan berbagai bidang di kementerian, terutama yang bersentuhan langsung dengan perempuan dan anak,” ujar dr. Isabella, didampingi Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak PIM, dr. Grace Hananta.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara PIM dan BKKBN telah terjalin sebelumnya, bahkan sebelum lembaga tersebut ditingkatkan menjadi kementerian. Hal ini menjadi dasar kuat untuk memperluas kolaborasi ke depan.
Menjelang pelaksanaan Forum Nasional Perempuan Indonesia, PIM terus melakukan konsolidasi internal serta audiensi dengan berbagai kementerian dan lembaga. Langkah ini dilakukan guna memperkaya perspektif dan menyelaraskan program kerja organisasi dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam mendukung visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan peran perempuan Indonesia semakin diperkuat sebagai garda terdepan dalam membangun keluarga berkualitas, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia maju.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PIM, antara lain Sekretaris Jenderal Rahajeng Widya, Bendahara Umum Anna Naomi Silitonga, Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan dr. Isabella C. Koraa, Ketua Bidang Kesehatan Ibu dan Anak, dr. Grace Hananta, Ketua Panitia Forum Nasional Perempuan Indonesia Rachel Octavia, serta Dewan Pengawas Frans X. Watu. Dari pihak kementerian turut hadir Direktur Bina Peran Serta Masyarakat, Yuni Hastutiningsih.
RN/ Sulaeman /red






