Di Kala Setia Di Uji, Persaudaraan Menjadi Bukti, Isak Haru Bung Andry Menjadi Sorotan

​refubliknews.com, || Tangerang–DPD-PGR | Suasana haru menyelimuti ruang koordinasi DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang pasca agenda Verifikasi Faktual (Fervak). Di tengah kekecewaan mendalam akibat ketidakhadiran tiga struktur DPC yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan, sebuah kejutan luar biasa datang menyeka mengobati luka tersebut.(22/4/2026)

​Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, Bung Andry, tidak mampu membendung rasa harunya saat menyaksikan kedatangan rombongan dari empat wilayah yang menjadi pahlawan di saat kritis.

​Kejutan di Tengah Kekecewaan
​Agenda Verifikasi Faktual (Verfak) yang seharusnya menjadi momentum soliditas sempat diwarnai awan mendung ketika DPC Pakuhaji, Teluknaga, dan Jambe yang sudah terdaftar justru tidak menampakkan batang hidungnya. Namun, kekosongan itu seketika sirna oleh deru semangat yang dibawa oleh kader militan dari:
​DPC Jayanti
​DPC Cisoka
​DPC Paskem
​DPC Tigaraksa

​”Saya sempat tertunduk, bukan karena lelah, tapi karena merasa sendiri saat barisan yang kami harapkan ternyata tidak hadir. Namun, saat melihat rombongan Jayanti, Cisoka, Paskem, dan Tigaraksa datang menyapa, saya tersadar: Perjuangan ini tidak akan pernah mati selama masih ada hati yang tulus,” ungkap Bung Andry dengan suara bergetar.

​Bukan Sekadar Kehadiran, Tapi Harga Diri
​Bagi Bung Andry, kehadiran empat DPC ini bukan sekadar memenuhi kuota administrasi, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang kesetiaan dan militansi.

Di saat yang lain memilih absen, Jayanti, Cisoka, Paskem, dan Tigaraksa justru hadir menjadi benteng terakhir bagi nama baik partai di Kabupaten Tangerang.

​”Mereka adalah jawaban dari doa-doa kami semalam. Kehadiran mereka adalah bukti bahwa Partai Gerakan Rakyat di Kabupaten Tangerang masih memiliki ‘nyawa’ yang kuat. Terima kasih telah menjaga martabat rumah besar kita,” tambahnya.

​Pesan Untuk Seluruh Kader
​Menutup pernyataannya, Bung Andry berpesan bahwa dinamika ini menjadi catatan sejarah bagi perjalanan DPD ke depan. Ia menegaskan bahwa partai akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mereka yang terbukti setia di masa sulit.

​”Politik bisa berubah, orang bisa datang dan pergi, tapi loyalitas yang ditunjukkan saudara-saudara saya dari Jayanti, Cisoka, Paskem, dan Tigaraksa hari ini, akan saya catat dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan kita,” pungkasnya.

Sambil berlinang air mata Ketua Bung Andry Menyilangkan tangan kanannya dan berteriak HURA….HURA….HURA ….setelah teriakan itu tubuhnya lunglai jatuh pingsan dan akhirnya dibopong ke kantin sebelah, dan ternyata bung Andry lemas belum makan dari malam karena menyiapkan verfak ini dengan 40 hari tidak makan nasi dan garam.

RN/Subhan beno/red

Pos terkait