Komisi IV DPRD Batu Bara Bersama Kelompok Tani Temui PSDA Sumut, Penanganan Banjir Gambus Laut Diperintahkan Segera

refubliknews.com, – II Penanganan banjir yang merendam areal pertanian dan permukiman warga Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, akibat pengalihan debit air Sungai Dalu-Dalu ke Sungai Gambus, mulai mendapat langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Komisi IV DPRD Batu Bara bersama kelompok tani Desa Gambus Laut, Pemerintah Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah, Dinas PUPR Batu Bara, rekanan serta konsultan proyek Bendung Sidalu Dalu, menemui UPTD PSDA Bah Bolon, Senin (10/8/2026) di Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, menginstruksikan pihak rekanan dan konsultan proyek untuk segera melakukan langkah konkret guna mengurangi genangan yang telah merendam sekitar 150 hektare lahan pertanian, termasuk tanaman cabai dan padi yang terancam gagal panen.

Tiga langkah darurat yang diminta yakni normalisasi, rekayasa aliran air serta pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik-titik yang dianggap diperlukan untuk mengendalikan dan mengarahkan aliran air. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan sekaligus mencegah air kembali meluas ke areal pertanian dan permukiman warga.

“Bagi masyarakat yang saat ini berhadapan langsung dengan genangan, penanganan tidak bisa lagi menunggu terlalu lama,” ujar Syahrial Efendi, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batu Bara, Ismar Komri, kepada Sumutpos, Senin (10/8/2026).

Ismar mengatakan, dalam pertemuan tersebut tiga rekanan dipanggil dan diperintahkan segera melakukan tindakan nyata di lapangan.

“Tadi tiga rekanan dipanggil dan diperintahkan supaya melakukan tindakan nyata berupa normalisasi dan rekayasa aliran air, termasuk pemasangan sheet pile atau sandbag pada titik yang diperlukan untuk mengendalikan dan mengarahkan aliran air,” kata Ismar.

Menurutnya, rekayasa tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan sekitar 20 hingga 30 persen dalam tahap awal.

“Secepatnya dilakukan. Paling tidak genangan air bisa berkurang 20 sampai 30 persen. Dua atau tiga hari ini PSDA akan turun lagi ke lokasi untuk melihat bagaimana hasil rekayasa aliran air,” ujarnya.

Ismar menjelaskan, dua hingga tiga hari setelah tindakan dilakukan, PSDA Provinsi Sumatera Utara bersama perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara dan tim dari Kabupaten Batu Bara akan kembali turun ke lokasi untuk mengevaluasi perkembangan penanganan.

Langkah tersebut, kata dia, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Desa Gambus Laut, terutama petani dan warga yang permukimannya terdampak genangan.

Sementara Ketua Kelompok Tani Desa Gambus, Pandapotan Gultom,
akibat terendamnya 150 hektar areal pertanian cabe dan padi di Desa Gambus laut tentunya masyarakat petani alami kerugian besar akibat rusaknya tanaman dan tidak menghasilkan lagi.

Ia juga jelaskan bahwa, dari 150 hektar areal pertanian di Desa Gambus Laut, seluas 60 hektar diusahai tanaman cabai dan sisanya seluas 90 hektar areal pertanian padi.

Usulkan Dana Transfer Daerah yang Dikembalikan untuk Pemulihan

Selain penanganan darurat, Ismar Komri juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian terhadap kerugian masyarakat akibat banjir tersebut.

Ia menyebut sekitar 150 hektare lahan pertanian yang terdiri dari tanaman cabai dan padi terdampak, ditambah permukiman warga di Dusun VI, VII dan VIII Desa Gambus Laut.

Kerugian petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat tanaman terendam dan gagal panen.

Menurut Ismar, pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk mempertimbangkan pemanfaatan dana alokasi transfer keuangan daerah yang dikembalikan, sesuai ketentuan dan keputusan Kementerian Keuangan.

“Bagaimana notulen rapat hari ini disampaikan kepada Pak Gubsu Bobby. Tolong dana alokasi transfer keuangan daerah yang dikembalikan itu bisa diarahkan untuk membantu masyarakat Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk di Batu Bara,” ujarnya.

Ismar juga meminta penanganan tidak hanya bersifat sementara. Dinas PUPR Batu Bara bersama PSDA dan BWS Sumatera Utara diminta mencari solusi teknis yang lebih permanen melalui desain rekayasa pengendalian aliran air.

“Lintas sektor Dinas PUPR Batu Bara bagaimana mencari solusi, supaya bisa dibuat semacam desain engineering bagi penyelesaian masalah ini,” katanya.

Ia berharap dalam waktu dekat petani yang mengalami gagal panen dapat memperoleh bantuan melalui koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara, PSDA dan BWS.

“Mudah-mudahan petani yang gagal panen bersama PSDA dan BWS dibantu lintas sektor Kabupaten Batu Bara. Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa diatasi,” harapnya.

Ismar menegaskan, persoalan banjir di kawasan Gambus Laut tidak boleh berhenti pada penanganan genangan semata. Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan pemulihan masyarakat setelah terdampak, mengingat petani di kawasan tersebut disebut telah menghadapi persoalan banjir dalam dua tahun terakhir.

“Bagaimana 150 hektare lahan petani cabai, padi, beserta pemukiman warga yang terendam akibat pengalihan air Sungai Gambus ini dapat menerima bantuan. Kita berharap pemerintah hadir untuk pemulihan masyarakat, baik pascatanggap darurat maupun tahap pemulihan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD M Safii, Wakil Ketua DPRD Batu Bara Tengku Rodial bersama Anggota Komisi IV DPRD Batu Bara Ismar Komri, Jalasmar Sitinjak, Suriadi dan Safii, turut hadir bersama Kadis PUPR Batu Bara Budi Sinaga, Ketua Kelompok Tani Desa Gambus Laut P. Gultom, serta perangkat Desa Gambus Laut dan Desa Kuala Indah.

Dari pihak PSDA Sumatera Utara hadir Kepala UPTD PSDA Bah Bolon Syahrial Efendi, jajaran bidang perencanaan PSDA Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara.

Keterangan gambar
Ketua DPRD M Safii, Wakil Ketua DPRD Batubara Tengku Rodial, dan Anggota Komisi IV DPRD Batubara Ismar Komri, dan pihak
Kepala UPTD PSDA Bah Bolon, Syahrial Efendi, dan jajaran bidang perencanaan PSDA Provinsi Sumatera Utara serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara saat mengelar rapat terkait dampak pengalihan Sungai Gambus,Senin(10/8/2026). Foto.Liberti H Haloho.

RN/ holong/ red

Pos terkait