King Fahd Ungkap Alasan Kalah dari Sonny Manakane: Tak Tega Lawan Sahabat Sendiri

refubliknews.com,- TANGERANG – Petarung Indonesia, Fahd Adityo Oscar yang dikenal dengan julukan King Fahd, mengungkapkan alasan di balik kekalahannya dari Sonny Manakane dalam laga MAXBOX kelas light heavyweight di QBIG BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/10/2026). Selain mengakui kondisi pernapasan yang mulai terkuras dan rasa gugup, King Fahd menyebut faktor emosional menjadi salah satu hal yang memengaruhi penampilannya di atas ring.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama empat ronde tersebut, King Fahd harus menerima keputusan juri yang memenangkan Sonny Manakane dengan selisih dua poin. Hasil itu menjadi perhatian karena keduanya memperlihatkan persaingan ketat, terutama pada ronde-ronde awal, sebelum Sonny dinilai tampil lebih dominan dalam penguasaan teknik memasuki ronde ketiga.
Seusai pertandingan, King Fahd mengakui bahwa dirinya mengalami kendala dalam mengatur napas sekaligus menghadapi tekanan mental saat berhadapan dengan petinju senior yang telah lama dikenalnya.

“Sebetulnya mengenai napas gue. Napas gue tadi sudah agak mentok dan gue juga agak grogi karena menghadapi petinju senior,” ungkap King Fahd saat menceritakan pengalamannya dalam pertandingan tersebut.

Namun, menurut King Fahd, persoalan yang paling memengaruhi dirinya bukan semata-mata kondisi fisik. Ia mengaku kesulitan mengeluarkan naluri bertarung secara maksimal karena memiliki hubungan persahabatan dan ikatan emosional yang kuat dengan Sonny Manakane.

Keduanya bukan sekadar sesama petinju Indonesia. King Fahd mengungkapkan bahwa dirinya dan Sonny pernah berjuang bersama membawa nama Indonesia dalam sejumlah pertandingan di luar negeri, termasuk di Turki dan Kazakhstan. Pengalaman tersebut membuat hubungan mereka lebih dari sekadar hubungan antarpesaing di atas ring.

“Sebetulnya di luar ring kita sahabat banget. Kita pernah pergi bareng ke Kazakhstan, pernah membawa Indonesia bertanding ke luar negeri bersama. Jadi, ketika gue menghadapi dia, ada rasa nggak tega,” kata King Fahd.

Ia mengaku perasaan tersebut membuat agresivitasnya tidak keluar seperti ketika menghadapi petinju asing. King Fahd mengatakan, dalam sejumlah pertandingan sebelumnya melawan lawan dari luar negeri, dirinya mampu menunjukkan kekuatan pukulan, pergerakan kaki atau footwork, serta kombinasi teknik secara lebih leluasa.

Situasi berbeda justru dirasakannya ketika harus menghadapi Sonny. Ikatan persahabatan dan pengalaman berjuang bersama untuk Merah Putih membuatnya merasa memiliki kedekatan emosional dengan lawannya sendiri.

“Gue merasa kita sama-sama Indonesia. Kita pernah berjuang bersama di luar negeri untuk membela tanah air. Itu bukan cuma sekali, tetapi di Turki, Kazakhstan, dan beberapa negara lainnya. Jadi, ada hubungan emosional yang sangat kuat,” tuturnya.

King Fahd juga menilai sejumlah teknik yang biasa ditampilkannya belum keluar secara maksimal. Ia mengklaim telah berusaha menghindari dan memblokir serangan Sonny melalui gerakan slip serta pertahanan yang diterapkannya sepanjang pertandingan.

Meski demikian, ia mengakui bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan juri. King Fahd mengaku tidak mengetahui secara pasti dasar penilaian yang membuat dirinya kalah dua poin dan tidak menyimpulkan adanya pelanggaran dalam proses penjurian.

“Kalau menurut gue, ronde satu, dua, tiga itu gue merasa menang. Gue merasa banyak menghindar dan memblokir pukulan. Tapi gue nggak tahu, karena keputusan ada di juri,” ujarnya.

Terlepas dari hasil pertandingan tersebut, King Fahd tetap memberikan penghormatan kepada Sonny Manakane. Ia menyebut Sonny sebagai petinju senior yang legendaris dan masih memiliki kualitas tinggi di dunia tinju Indonesia. Baginya, kekalahan tersebut tidak menghapus rasa hormat terhadap sosok yang selama ini menjadi rekan seperjuangan.

“Bang Sonny masih keren. Buat gue, dia petinju senior Indonesia yang luar biasa. Gue juga banyak belajar dari dia. Di luar ring dia sopan, dan gue sangat menghormati dia,” kata King Fahd.

Menatap pertandingan berikutnya, King Fahd bertekad melakukan evaluasi dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menyebut telah menjalani latihan secara rutin, baik ketika memiliki jadwal pertandingan maupun saat tidak ada agenda bertanding.

King Fahd juga mengungkapkan rencana menghadapi lawan asal Azerbaijan pada 31 Oktober 2026. Ia berharap pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali tampil maksimal dengan kekuatan, teknik, dan mental bertanding yang lebih kuat.

“Gue harus comeback. Gue harus kembali dengan kekuatan penuh dan mengeluarkan insting bertarung gue. Siapa pun lawannya, gue harus bisa tampil maksimal,” tegasnya.

Bagi King Fahd, kekalahan dari Sonny Manakane menjadi pelajaran penting tentang tantangan yang tidak selalu datang dari kekuatan lawan. Dalam olahraga tarung, kemampuan fisik dan penguasaan teknik harus berjalan seiring dengan kesiapan mental. Namun, ketika persahabatan dan ikatan emosional bertemu dalam sebuah pertarungan profesional, menjaga keseimbangan antara rasa hormat dan naluri kompetitif dapat menjadi ujian tersendiri bagi seorang petarung.

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait