refubliknews.com – Karawang || Ada momen menarik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh menemui massa aksi masyarakat Karawang Selatan di lingkungan Pemkab Karawang, Senin 14/9/2026. Di tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, keduanya memilih duduk lesehan bersama massa untuk mendengar aspirasi secara langsung.
Massa yang tergabung dalam Solidaritas AKAR, masyarakat Karawang Selatan dan mahasiswa menyuarakan dua tuntutan utama yakni perbaikan Jalan Badami-Loji yang rusak serta penertiban kendaraan industri termasuk truk PT Jui Shin Indonesia.
“Kami datang ke sini untuk menagih janji Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Mereka menyampaikan Jalan Badami-Loji diperbaiki 2025. Tapi hingga hari ini jalan tersebut masih sangat rusak,” ujar Koordinator Masyarakat Karawang Selatan, Rega Rizki.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan perbaikan Jalan Badami-Loji sudah dan sedang berjalan dengan dukungan anggaran Rp17 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat dan Rp45 miliar melalui Inpres Jalan Daerah.
“Artinya kedua-duanya itu sudah dikerjakan dan sedang dikerjakan,” kata KDM. Terkait tonase kendaraan industri, ia juga menegaskan sikap tegas. “Yang kedua, mengenai tonase. Saya orang yang sejak awal paling tegas urusan tonase di berbagai tempat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Saepulloh menyebut pembangunan jalur alternatif menuju kawasan industri masih terkendala perizinan dan koordinasi dengan Kabupaten Bekasi. “Memang di itu Bekasi Pak Gubernur, ini ada beberapa yang harus disamakan dulu persepsinya,” kata Aep. Momen duduk lesehan KDM dan Aep bersama warga menjadi perhatian publik karena menunjukkan pendekatan dialogis di tengah aksi yang menuntut kepastian penyelesaian infrastruktur di Karawang Selatan.
RN/Raffa Christ Manalu/red






