Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batu Bara Merasa “Kena Prank”

refubliknews.com II Batubara – Kesepakatan penanganan darurat dampak proyek di sekitar Dam Sumanggar-Dam Sidalu Dalu ternyata belum sepenuhnya dijalankan di lapangan. Akibatnya, banjir kembali terjadi di wilayah hilir Sungai Gambus pada awal September 2026.

Kondisi tersebut membuat Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara kecewa.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batu Bara, Ismar Komri, bahkan mengaku pihaknya merasa “kena prank” setelah sejumlah langkah penanganan yang sebelumnya disepakati bersama PSDA Provinsi Sumatera Utara dinilai tidak dilaksanakan secara maksimal.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan PSDA Provinsi Sumut, Ihsanul Fatta dan Kepala UPTD Bahbolon Syahrial Effendi telah menyampaikan instruksi kepada pihak rekanan untuk melakukan sejumlah langkah darurat untuk menangani dampak proyek di sekitar Bendung Sumanggar-Bendung Sidalu Dalu. Di antaranya normalisasi, rekayasa aliran air, serta pemasangan sheet pile atau sandbag untuk pemasangan cofferdam pada titik-titik tertentu.

Menurut Ismar, dalam pembahasan dan peninjauan lapangan bersama
PSDA Sumut bersama UPTD PSDA Bah Bolon, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara, yang hadir langsung Ketua DPRD Batubara, Komisi IV DPRD Batu Bara, PT Inalum, rekanan, konsultan proyek, kepala dinas PUTR kabupaten Batu Bara beserta masyarakat terdampak
dimana sebelumnya juga telah disepakati langkah konkret berupa pengaturan kembali alur sungai dan pembuatan cofferdam di kawasan hulu Sungai Tanjung/Sidalu Dalu.

“Instruksi Bapak Ihsanul Fatta dan Bapak Syahrial Efendi kepada pihak rekanan agar melakukan pengaturan dan rekayasa alur sungai serta membuat cofferdam dengan memasang cerocok batang kelapa batang kelapa dan kantongan pasir sesuai kebutuhan yang di perlukan dalam pembuatan cofferdam “, ujar Ismar kepada wartawan, Sabtu (12/9/2026).

Ia menyebutkan, kebutuhan material yang disiapkan untuk penanganan darurat tersebut antara lain batang kelapa dan kantong pasir. Material itu, menurutnya, termasuk bantuan yang akan didatangkan dari PT Inalum untuk mendukung pemasangan cofferdam di bagian hulu.

Namun, Ismar mengklaim kesepakatan tersebut tidak direalisasikan sebagaimana yang diperintahkan oleh bapak Ihsanul Fatta Selaku Kabid perencana PSDA Sumut dan bapak Syahrial Effendi

“Nyatanya, perintah itu tidak dilaksanakan oleh pihak rekanan maupun pihak perwakilan Kasi SDA Bah Bolon yang ada di Batu Bara. Kita merasa kena prank oleh pihak PSDA, Inalum dan rekanan,” tegasnya.

Ismar juga mempertanyakan tidak terlaksananya kesepakatan dengan melaksanakan pemasangan cofferdam yang sebelumnya disebut sebagai salah satu langkah darurat untuk mengendalikan aliran air guna antisipasi banjir

“Batang kelapa yang mereka minta untuk di siap kan dengan jumlah semaksimal mungkin sesuai kebutuhan guna pembuatan cofferdam dan juga sandbag besar sesuai instruksikan pak Ihsanul Fatta Kabid Perencanaan PSDA Sumut dan pak Syahrial Efendi kepala UPTD Bahbolon tidak pernah didatangkan sesuai kebutuhan untuk membuat cofferdam. Pembuatan cofferdam juga tidak pernah dilaksanakan oleh pihak rekanan maupun perwakilan Kasi SDS bahbolon di Batu Bara,” katanya.

Menurut Ismar, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena DPRD sebelumnya telah ikut melakukan rapat pembahasan di kantor PSDA di medan dan selanjut nya turun langsung peninjauan ke lapangan bersama pihak terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan banjir.

“ya seperti nya Ini merupakan pembohongan kepada lembaga kita, DPRD Batu Bara,” pungkasnya.

Ia berharap PSDA Sumut segera mengevaluasi pelaksanaan instruksi di lapangan dan memastikan seluruh langkah penanganan darurat benar-benar dijalankan. Sebab, jika persoalan aliran air tidak segera ditangani, masyarakat di wilayah hilir Sungai Gambus akan terus menjadi pihak yang paling terdampak,”ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batubara.
Komisi IV juga meminta pihak dinas PUTR Cq PSDA Sumut untuk mengevaluasi kasi SDA bahbolon Dan jajaran SDA bahbolon batu bara atas ketidak terlaksananya pembuatan cofferdam
Yang menyebab kan terjadinya banjir

Sementara Kasi SDA Bahbolon Sadikin ketika dikonfirmasi Sumutpos, Sabtu(12/9/2026) terkait tudingan Komisi IV DPRD Batubara, belum menjawab. Namun Ia beri balasan lewat WhatApp nya, “Kita jumpa dilapangan aja, jelas kita Sampaikan pak , waktu belum bisa kita tentukan,”dalam balasan Whats App nya.

Dua Kali Banjir, 211 Rumah Terendam

Diketahui, dampak pengalihan debit air dalam pelaksanaan rehabilitasi Bendung Sidalu-Dalu ke Sungai Gambus telah terjadi dua kali.
Banjir pertama pada Agustus lalu menyebabkan sekitar 150 hektare areal pertanian cabai terdampak hingga berpotensi gagal panen. Selain itu, permukiman warga di Dusun VI, VII dan VIII Desa Gambus Laut turut terendam

Kondisi kembali terjadi pada awal September, bahkan dampaknya disebut lebih parah. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu Bara, sebanyak 211 rumah warga di Dusun VI, VII dan VIII Desa Gambus Laut terendam.

Air bahkan telah masuk ke rumah-rumah warga. Akses transportasi desa juga sempat terputus akibat genangan.

Kondisi tersebut membuat persoalan pengendalian debit air menjadi semakin mendesak. Apalagi, masyarakat tidak hanya menghadapi ancaman terhadap permukiman, tetapi juga kerugian pada sektor pertanian.

Keterangan gambar
Kondisi banjir didesa Gambus Laut, sudah mencapai selutut irang dewasa, Sabtu(12/9/2026)

NR/holong/red

..

Pos terkait