‎Harga Plastik Kresek Melonjak Tajam, Pedagang Nasi Kuning Samping DPMD Indramayu Menjerit dan Minta Pemerintah Turun Tangan


‎detikhukum.id,- Indramayu,- Kenaikan harga plastik kresek yang terjadi secara tiba-tiba belakangan ini menuai keluhan dari para pedagang kecil terutama pedagang nasi kuning yang berlokasi di samping DPMD Indramayu menjerit.Lonjakan harga yang dinilai tidak wajar tersebut dirasakan di berbagai daerah, terutama oleh pelaku usaha mikro yang bergantung pada plastik sebagai kebutuhan utama dalam berjualan.Selasa (14/04/2026).

‎Peristiwa ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, di mana harga plastik kresek dilaporkan naik hingga dua kali lipat dari harga normal. Para pedagang mengaku terkejut karena kenaikan tersebut tidak disertai alasan yang jelas.
‎Mereka mempertanyakan penyebab utama lonjakan harga yang dianggap memberatkan usaha kecil.

‎Salah satu pedagang nasi kuning, Jumi, mengungkapkan keluhannya saat ditemui di lapaknya. Ia merasa sangat keberatan dengan kondisi tersebut karena plastik kresek merupakan kebutuhan sehari-hari dalam usahanya. “Saya sangat keberatan dengan naiknya harga plastik kresek ini. Padahal tidak ada pemicu kenaikan. BBM juga tidak naik, jadi seharusnya tidak berpengaruh,” ujarnya.



‎Menurut Jumi, kenaikan harga ini secara langsung mengurangi keuntungan yang ia peroleh setiap hari. Bahkan, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian plastik atau mencari alternatif lain yang belum tentu efektif dan aman untuk makanan.

‎Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah. Mereka menilai pemerintah wajib mengetahui penyebab kenaikan harga plastik kresek ini, apakah disebabkan oleh distribusi, bahan baku, atau adanya permainan harga di tingkat tertentu.

‎Para pedagang kecil berharap pemerintah segera melakukan investigasi dan mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga makanan dan kebutuhan lainnya di masyarakat.

‎Dengan demikian, permasalahan ini tidak hanya menjadi beban bagi pedagang kecil, tetapi juga berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat secara luas. Pemerintah diharapkan segera bertindak agar kondisi ekonomi tetap stabil dan tidak semakin merugikan rakyat kecil.

‎DH/ Thoha /red

Pos terkait