refubliknews.com,- TAPANULI TENGAH — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tapanuli Tengah terus memperkuat langkah kolaboratif dalam memastikan pemulihan dan pemenuhan hak-hak kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Pada 22 Juli 2026 jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapteng menerima kunjungan kerja dari perwakilan Caritas Indonesia di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pertemuan strategis ini difokuskan secara khusus untuk mendiskusikan Perlindungan Anak dan Perempuan Pasca-Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu.
Bencana alam berskala besar tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan dampak psikososial serta kerentanan mendalam bagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban.
Melalui audiensi ini, kedua belah pihak merumuskan langkah penanganan berkelanjutan agar pemulihan psikologis, pendampingan, serta jaminan masa depan anak-anak terdampak dapat berjalan secara optimal.
Sebagai bentuk aksi nyata dari pertemuan sebelumnya, kegiatan penanganan berlanjut pada esok harinya, Kamis, 23 Juli 2026, dengan melakukan peninjauan dan pertemuan langsung di Kecamatan Badiri.

Fokus utama peninjauan lapangan ini adalah membahas dan memastikan pemenuhan hak anak yang kedua orang tuanya telah meninggal dunia akibat musibah bencana alam tersebut.
Dalam kunjungan ini, terungkap komitmen kuat dari pihak Caritas Indonesia yang berencana untuk memberikan bantuan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kelurahan Lopian bagi anak yatim piatu korban bencana tersebut, dan paman korban menyepakati akan dibuat pernyataan yang ditandatangani oleh pamannya yang isinya menyatakan bahwa rumah dan tanah akan diserahkan kepada anak tersebut ketika anak sudaj berumur di atas 18 tahun guna menjamin tempat tinggal yang layak dan masa depan yang lebih terjamin.
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmadiah Hanum, S.E., M.M., mengungkapkan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian serta sinergi yang terjalin bersama Caritas Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dan mitra strategis dalam melindungi serta merawat masa depan anak-anak kita yang kehilangan orang tua akibat bencana.
Rencana pembangunan Huntap ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan hidup mereka secara layak, aman, dan bermartabat,” ujar Rahmadiah Hanum.
Pertemuan koordinasi dan peninjauan lapangan ini dihadiri oleh Acara pertemuan itu dihadiri oleh Pihak Caritas Indonesia(Bayu K , Rudy Raka, P.Walter M, Darwanto) Kadis PPPA Rahmadiah Hanum , S.E,M.M ,Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan khusus Anak Handanu Vanhero, S.T , UPTD PPA Putra Sorialam Simangunsong, SKM, Camat Badiri Rudi Hartono Sekdes Pagaran Honas Maliaman Juku, Kadus II Yupitra Zendrato dan III Fitarinus Zai desa dan lurah Lopian.
RN/ Sefri F.Siahaan /red






