Dedi Mulyadi Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi, Targetkan Jalan dan Sekolah Dibenahi pada 2027

refubliknews.com, – Bandung || Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026). Pelantikan tersebut menindaklanjuti Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 yang ditandatangani Muhammad Tito Karnavian.

Pelantikan ini sekaligus mengakhiri jabatan Asep sebagai Wakil Bupati Bekasi. Ia melanjutkan kepemimpinan Kabupaten Bekasi setelah Ade Kuswara Kunang diberhentikan dari jabatannya menyusul proses hukum yang menjeratnya.

Usai pelantikan, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah arahan kepada Asep, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, pembenahan infrastruktur jalan dan sekolah, hingga transparansi pengadaan proyek pemerintah.

Dedi secara khusus meminta Asep memprioritaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu. Menurutnya, latar belakang Asep sebagai dokter perlu menjadi modal untuk memperluas akses layanan medis hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Bupatinya dokter, harus fokus peningkatan layanan kesehatan, sama coba bisa sediakan dokter keluarga di setiap desa dan kelurahan. Kalau warga sakit dijemput ambulans itu biasa. Warga yang sakit dirujuk itu biasa. Tapi orang miskin ada dokter datang ke rumah, mengobati seperti punya dokter pribadi, itu baru luar biasa,” kata Dedi.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan rumah sakit dan puskesmas, tetapi juga harus mampu menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis.
“Rumah sakit harus lebih baik, layanan puskesmas juga harus lebih baik,” ujarnya.

Target Jalan Rusak dan Sekolah Tak Layak Dituntaskan pada 2027

Selain sektor kesehatan, Dedi menyoroti kondisi infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi. Ia meminta pemerintah daerah mempercepat perbaikan jalan rusak serta meningkatkan kualitas bangunan sekolah. Dedi bahkan menetapkan target agar tidak ada lagi jalan berlubang dan sekolah dalam kondisi buruk di Kabupaten Bekasi pada 2027.

“Targetkan Bupati Bekasi, tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi,” tegasnya.

Ia juga meminta pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara optimal agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Transparansi dalam proses lelang proyek menjadi perhatian penting untuk memastikan pengadaan barang dan jasa berlangsung secara terbuka dan profesional. Dedi mengingatkan Asep agar fokus menjalankan tugas sebagai kepala daerah dan tidak mencampuradukkan jabatan pemerintahan dengan kepentingan bisnis.

“Bupati fokus saja pada pekerjaan. Saya yakin gaji bapak sudah cukup,” ujarnya.

Asep Targetkan Penyerapan Anggaran 97 Persen

Sementara itu, Asep Surya Atmaja menyatakan akan menerapkan pakta integritas kepada seluruh perangkat daerah untuk memastikan target pembangunan dan instruksi kepala daerah dijalankan.

Ia menargetkan penyerapan anggaran daerah mencapai 97 persen. Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah diperlukan agar program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan sesuai rencana.

“Jajaran perangkat daerah menyanggupi target penyerapan anggaran hingga 97 persen. Apabila tidak menjalankan instruksi saya atau tidak merespons keluhan masyarakat, enam bulan sekali saya ganti,” kata Asep.

Asep mengakui rendahnya penyerapan anggaran selama ini menjadi salah satu persoalan yang berdampak terhadap lambatnya penanganan sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk perbaikan jalan rusak dan peningkatan fasilitas publik.

Karena itu, evaluasi kinerja perangkat daerah akan menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di sektor kesehatan, Asep memastikan pemerintahannya akan menambah anggaran dan memperkuat pelayanan tenaga medis hingga tingkat desa, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat.

“Kita akan tambah anggaran kesehatan dan memperkuat pelayanan tenaga medis hingga tingkat desa sebagaimana arahan Pak Gubernur tadi,” ujarnya.

Dengan pelantikan tersebut, Asep menghadapi sejumlah pekerjaan prioritas selama sisa masa jabatannya, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, percepatan perbaikan infrastruktur, pembenahan fasilitas pendidikan, hingga peningkatan efektivitas penyerapan anggaran daerah.***

RN/raffa christ manalu/red

Pos terkait