Buka Lomba Kesenian Tradisional SMP Tingkat Kabupaten, Kadis Pendidikan Tapteng Dorong Penguatan Bakat dan Karakter Budaya Siswa.

refubliknews.com,-TAPANULI TENGAH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Dinas Pendidikan resmi menggelar Kegiatan Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa melalui Lomba Kesenian Tradisional Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2026. Perhelatan yang berlangsung sejak pembukaan hingga penyerahan hadiah ini digelar dengan meriah bertempat di Gedung Katolik Center Pandan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, S.Pd., MM. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pejabat struktural Dinas Pendidikan Tapteng, para kepala sekolah jenjang SMP, dewan juri, guru pembimbing, serta ratusan pelajar peserta lomba dari berbagai penjuru wilayah Tapanuli Tengah.

Ajang tahunan ini diselenggarakan sebagai wadah terstruktur dan berkesinambungan untuk menggali potensi seni daerah, memperkokoh pendidikan karakter, serta menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kearifan lokal. Selain membangun iklim kompetisi yang sehat dan sportif, lomba ini diproyeksikan sebagai ajang seleksi daerah guna menjaring talenta-talenta berbakat yang akan mewakili Kabupaten Tapanuli Tengah pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di tingkat provinsi hingga nasional.

Kompetisi kesenian tahun ini mempertemukan siswa-siswi terbaik dari 28 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Tapanuli Tengah dengan didampingi oleh 79 guru pembimbing. Adapun cabang yang diperlombakan mencakup empat kategori utama, yaitu :

  1. Permainan Musik Tradisional
  2. Tari Tradisional
  3. Vocal Solo
  4. Fashion Show Busana Wastra/Tradisional

Guna menjaga objektivitas dan mutu perlombaan, penilaian diserahkan sepenuhnya kepada dewan juri independen yang terdiri dari praktisi seni dan pendidik berpengalaman di bidangnya. Sementara itu, pengelolaan teknis diampu langsung oleh tim panitia Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam sambutannya, Kadis Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, kepala sekolah, serta guru pendamping yang telah berkolaborasi menyukseskan perhelatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya pembinaan budaya di tengah pesatnya arus digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan kecanduan gawai pada anak-anak. Menurutnya, tanpa intervensi terarah, generasi muda dikhawatirkan tercerabut dari akar budayanya.

“Jika kondisi ini kita biarkan tanpa ada intervensi dan pembinaan yang terstruktur, maka dalam satu atau dua dekade ke depan, Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini akan kehilangan identitas dan jati dirinya. Budaya lokal yang kaya akan nilai budi pekerti, gotong royong, dan estetika tinggi bisa punah tergerus zaman. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang sangat krusial untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” tegas Johannes.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi keunikan heterogenitas Tapanuli Tengah yang harmonis—mulai dari seni budaya Pesisir seperti Tari Sikambang, hingga ragam kesenian Batak, Nias, dan etnis lainnya yang sarat nilai budi pekerti luhur.

Menutup arahannya, Kadis Pendidikan berpesan agar para siswa senantiasa bangga menampilkan identitas budaya daerah.

“Anak-anak kami sekalian adalah duta-duta muda kebudayaan Tapanuli Tengah. Jangan pernah merasa kuno, jangan pernah merasa malu, dan jangan pernah merasa rendah diri ketika membawakan tarian tradisional, menyanyikan lagu daerah, memainkan alat musik tradisional, maupun mengenakan busana wastra. Justru kalian harus bangga! Generasi yang menguasai teknologi sekaligus berakar kuat pada budayanya adalah generasi yang paling berharga,” serunya memotivasi peserta.

Ia mengajak para kepala sekolah dan guru pembina agar terus mengintegrasikan pembinaan seni ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah secara berkesinambungan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang serta memberikan semangat bagi peserta yang belum meraih juara agar tidak berkecil hati dan terus berkarya.
Setelah melalui proses penilaian ketat dan objektif oleh dewan juri, panitia secara resmi mengumumkan daftar peraih juara pada masing-masing cabang perlombaan sebagai berikut :

  1. Lomba Fashion Show Busana Wastra/Tradisional
    -Juara I : Audrey Valencia (SMP N 1 Pandan)
    -Juara II : Idera Silalahi (SMP N 1 Pinangsori)
    -Juara III : Rafa Ramadhan Hakeki (SMP N 2 Pasaribu Tobing)
    -Juara Harapan I : Askia Rossina S (SMP N 1 Lumut)
    -Juara Harapan II : Dinda O. Nababan (SMP Katolik Fatima 2)
    -Juara Harapan III : Chelsea Manullang (SMP N 1 Pasaribu Tobing)
  2. Lomba Tari Tradisional
    -Juara I : Evelyn Natalie P (SMP Katolik Fatima 2)
    -Juara II : Cantika Sijabat (SMP N 2 Pandan Nauli)
    -Juara III : Grecia Tambunan (SMP N 1 Tukka)
    -Juara Harapan I : Eghti Yuliance Gea (SMP N 1 Lumut)
    -Juara Harapan II : Cindi Amabel Dongoran (SMP N 1 Pinangsori)
    -Juara Harapan III : Aura Ruzkina (SMP Swasta Al-Muslimin)
  3. Lomba Vocal Solo
    -Juara I : Solomita Br Tarigan (SMP N 1 Pandan)
    -Juara II : Glory Princess M.H. Abadi (SMP N 2 Pandan)
    -Juara III : Pitria Uli Rumapea (SMP N 1 Tukka)
    -Juara Harapan I : Mutiara Salsabila (SMP Swasta Al-Muslimin)
    -Juara Harapan II : Amanda Oktavia Sitompul (SMP N 1 Badiri)
    -Juara Harapan III : Frans Junika (SMP N 1 Pinangsori)
  4. Lomba Permainan Musik Tradisional
    -Juara I : Jonathan Hotmarta (SMP N 1 Pandan)
    -Juara II : Vincensius (SMP N 2 Pasaribu Tobing)
    -Juara III : Miguel (SMP N 1 Lumut)
    -Juara Harapan I : Yosi (SMP Katolik Fatima 2)
    -Juara Harapan II : Jhon Persin (SMP N 1 Tukka)
    -Juara Harapan III : Perwakilan SMP N 1 Pinangsori

RN/ Sefri F Siahaan /red

Pos terkait