refubliknews.com,- Jakarta Saat ini, Indonesia masih mengimpor migas dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, kontribusi impor dari AS masih tergolong kecil karena harga komoditas migas dari negara tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan negara lain, seperti Timur Tengah atau Singapura.
Selama ini pemerintah harus mengimpor minyak jadi sampai 70%, untuk keperluan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Jay Singgih selaku Wakil Ketua Aspebindo mengatakan , selain impor minyak mentah harganya jauh lebih murah, langkah tersebut dapat menghidupkan investasi pembangunan kilang-kilang minyak di dalam negeri.
Ya untuk memenuhi kebutuhan BBM kita sendiri agar kita tidak impor BBM lagi yang harganya jauh lebih mahal daripada kita impor minyak dalam bentuk crude,” paparnya.
Seharusnya, pemerintah sebaiknya melakukan impor minyak mentah (crude oil) dan mengolahnya di kilang-kilang di dalam negeri.
Mahendra (Panpel ) mengatakan kegiatan yang pertama kali rencana ada sesi ke enam d berlangsung seru dilaksanakan pada sekretariat Aspebindo di kawasan Kuningan Kamis (24/6)
Dengan narasumber narasumber yang berkompeten (ahli di bidangnya)
RN/ Gusdin / red






