Jakarta — Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya di depan kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (6/5), batal dilaksanakan. Meski demikian, aparat kepolisian tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan massa lain.
Pengamanan telah dipersiapkan sejak pagi hari melalui apel yang dipimpin Wakapolsek Senen, AKP Basuki Rahmat. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melayani aksi unjuk rasa.
“Pelaksanaan pengamanan harus dilakukan dengan cara yang humanis, tetap sabar, dan tidak mudah terprovokasi. Utamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Basuki dalam apel tersebut.
Ia juga mengingatkan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan, seperti pembakaran ban oleh massa aksi, dengan langkah persuasif demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan koordinator lapangan, Rian Ariansyah, aksi dari Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya dipastikan batal digelar. Namun, aparat masih memonitor rencana aksi lain dari Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia yang dijadwalkan berlangsung siang hari dengan perkiraan jumlah peserta sekitar 20 orang.
Hingga pukul 13.00 WIB, massa aksi dari kelompok tersebut belum terlihat di lokasi dan pihak koordinator lapangan juga belum memberikan respons saat dihubungi.
Sebanyak 16 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Senen diterjunkan dalam pengamanan ini. Mereka tetap ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan situasi di sekitar kantor Kemensos RI tetap terkendali.
Sampai saat ini, kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Aparat kepolisian masih terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi perkembangan situasi selanjutnya.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






