Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan.

refubliknews.com || TAPANULI TENGAH,SUMATRA UTARA – Warga Dusun III, Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat di aliran sungai pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban diketahui Ranizanto Tafonao (38), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Padanglawas Utara yang sehari-hari bertugas menjaga kebun warga di Desa Lumut Maju. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga dalam kondisi terapung di sungai.

Menerima laporan dari warga dan aparat desa, personel Polsek Sibabangun bersama Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah dan petugas medis Puskesmas segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, evakuasi, serta pengamanan lokasi.

Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kapolsek Sibabangun, Iptu Totok C.W., membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan di lokasi kejadian.

“Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari dua orang saksi di lokasi kejadian,” ujar Iptu Totok.

Berdasarkan keterangan saksi Arisman Telaumbanua (38) dan Asmeli Lase (32) warga sekitar yang juga kerabat korban, peristiwa bermula ketika korban bersama anaknya yang berusia 5 tahun hendak kembali ke rumah setelah berkunjung ke kediaman kerabatnya dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu mesin. Saat mendekati tepi sungai sekitar pukul 18.00 WIB, korban mendadak jatuh ke sungai yang saat itu tengah meluap akibat curah hujan tinggi.

Anak korban yang berada di atas perahu menangis dan berteriak meminta tolong. Suara tersebut terdengar oleh kerabat korban yang tinggal di sekitar pinggir sungai. Namun, korban yang tenggelam tidak langsung ditemukan malam itu. Keesokan harinya, keluarga menemukan jenazah korban terapung di sekitar lokasi jatuhnya korban dan menyampaikannya kepada pihak berwajib.

“Hasil pemeriksaan medis awal (Visum et Repertum) oleh tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan kerabat, korban juga memiliki riwayat penyakit dalam dan sempat berobat ke rumah sakit di Pandan beberapa minggu lalu,” jelas Kapolsek.

Iptu Totok menambahkan bahwa pihak keluarga telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah. “Pihak keluarga yang berada di Nias juga sudah dihubungi dan sepakat untuk tidak melanjutkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, menyadari kondisi korban yang memang sedang memiliki riwayat sakit,” pungkasnya.
RN/Sefri F.Siahaan/red

Pos terkait