refubliknews.com,- Purwakarta – Memasuki musim kemarau, sejumlah petani mulai menghadapi tantangan berupa berkurangnya pasokan air untuk lahan pertanian.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Cibatu Polres Purwakarta yang terus aktif menjalin komunikasi dan melakukan pemantauan langsung ke area pertanian guna mengetahui kondisi yang dihadapi masyarakat.
Seperti yang dilakukan Kanit Binmas Polsek Cibatu, AIPTU Supardi, yang melaksanakan pengecekan lahan pertanian sekaligus berdialog dengan petani di Kampung Ciramasah RT 04/RW 02, Desa Cipancur, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Supardi menemui salah seorang petani, Enjang, yang menyampaikan kondisi lahan pertanian yang mulai terdampak musim kemarau.
Berkurangnya intensitas hujan membuat sejumlah petani mulai mengkhawatirkan ketersediaan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tetap optimal hingga masa panen.
Melalui dialog yang berlangsung penuh keakraban, petugas mendengarkan berbagai masukan dan keluhan petani terkait kondisi pertanian saat ini.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kapolsek Cibatu AKP Darmaji mengatakan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, khususnya para petani, merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun komunikasi yang baik agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui sejak dini.
“Bhabinkamtibmas dan personel kami terus menjalin komunikasi dengan petani untuk mengetahui perkembangan kondisi pertanian di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dapat teridentifikasi lebih awal sehingga bisa dicarikan solusi bersama dengan pihak terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis yang membutuhkan perhatian dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, musim kemarau menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama agar tidak berdampak terhadap produktivitas pertanian maupun kesejahteraan petani.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk mendengarkan dan mendampingi masyarakat. Ketika petani mulai menghadapi kendala seperti kekeringan, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri. Kehadiran anggota di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, memberikan motivasi, dan memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan,” kata IPTU Tini Yutini.
Ia juga mengajak para petani untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, maupun instansi terkait apabila menghadapi kendala pengairan maupun persoalan pertanian lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.
RN/M.Hasiholan.S/red





