Respons Cepat Isu Kenaikan Harga, Bapanas Pastikan Perdagangan di Pasar Kopro Normal

refubliknews.com,- JAKARTA – Menyikapi isu terkait kenaikan harga daging dan sejumlah bahan pangan di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Tim Satgas Saber Pelanggaran Harga dan Mutu Keamanan Pangan langsung melakukan pengecekan lapangan di Pasar Kopro (Tomang Barat), Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Hasil pemantauan menunjukkan harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp140.000 per kilogram (kg). Sementara itu, daging bagian dalam tercatat Rp150.000–170.000 per kg, dan daging sop dengan kandungan lemak sekitar 15 persen diperdagangkan pada kisaran Rp120.000 per kg. Untuk daging ayam ras, harga bervariasi antara Rp38.000–45.000 per kg, telur ayam ras Rp31.000 per kg, serta cabai rawit merah dijual dengan estimasi Rp100.000–120.000 per kg, dengan perbedaan harga antar pedagang.

Sepanjang Februari 2026, Bapanas telah mengintensifkan pengawasan harga pangan pokok strategis di 28.270 titik di seluruh Indonesia, mencakup level produsen, agen, distributor, grosir, hingga ritel. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, Sulistiyorini, S.T.P., M.Sc., menegaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan dinamika harga masih dalam batas kewajaran pasar dan dipengaruhi variasi kualitas serta rantai pasok.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Dari hasil pengecekan, harga daging sapi di Pasar Kopro berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Memang terdapat variasi pada bagian tertentu, namun itu dipengaruhi kualitas dan jenis potongan. Secara umum pasokan tersedia dan aktivitas perdagangan berjalan normal,” ujar Sulistiyorini.

Di lapangan, sejumlah pedagang juga menyampaikan kondisi harga yang relatif stabil. Pak Pendy, salah satu pedagang daging sapi, menuturkan bahwa harga Rp140.000 per kg merupakan harga standar untuk kualitas umum yang paling banyak diminati pembeli.

“Harga Rp140 ribu itu biasa, Pak. Kalau yang kualitas lebih bagus memang bisa Rp160 ribu. Tapi yang Rp140 ribu ini paling standar dan paling laku, bahkan hari ini sudah habis,” ungkapnya.

Sementara itu, Pak Benny, pedagang daging ayam, menyampaikan bahwa harga justru mengalami penyesuaian turun dibandingkan hari sebelumnya. “Saya jual Rp38.000 per kilo. Kemarin masih Rp40.000, hari ini turun Rp2.000,” jelasnya.

Dari komoditas telur, Toko Lucky juga menyampaikan tren penurunan harga dalam beberapa hari terakhir. “Dua hari lalu masih Rp33.000, sekarang sudah Rp31.000. Semoga bisa terus turun sampai Lebaran. Biasanya mendekati Lebaran orang bikin kue, kalau bisa di bawah Rp30.000 biar pelanggan tidak komplain,” ujar perwakilan Toko Lucky.

Menanggapi dinamika tersebut, Sulistiyorini menekankan bahwa konsumen di pasar tradisional pada dasarnya memiliki banyak pilihan sesuai kualitas dan kemampuan daya beli.

“Pembeli atau konsumen sebenarnya mendapatkan pilihan yang beragam. Namanya pasar tradisional tentu ada proses tawar-menawar, apalagi ibu-ibu yang belanja harian, itu wajar. Namun kami berharap para pedagang tetap memberikan harga yang wajar dan sesuai ketentuan, sehingga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha tetap terjaga,” tegasnya.

Bapanas memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Idulfitri, agar masyarakat dapat berbelanja dengan tenang dan harga tetap terkendali.

RN/Indah/red

Pos terkait