refubliknews.com,- JAKARTA — Polsek Metro Tambora menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama warga di Pos Satkamling Jalan Latumenten RW 07, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut dihadiri jajaran kepolisian, Koramil, Satpol-PP, pengurus RW 07 Kelurahan Angke, RT/RW, FKDM, LMK, KATAR, Citra Bhayangkara, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Ketua RW 07, Haris Chandra SH, MH menegaskan kepada para warga yang hadir untuk menyimak apa yang akan di sampaikan oleh Kapolsek Tambora
Sementara dalam sambutannya, Kapolsek Metro Tambora, AKP Wahyu Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus RW 07 Kelurahan Angke atas sinergi dan kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
AKP Wahyu Hidayat yang baru menjabat sekitar empat bulan sebagai Kapolsek Metro Tambora itu juga menyoroti berbagai fenomena kamtibmas yang saat ini marak terjadi di tengah masyarakat, terutama yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Maraknya aksi begal menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berkendara sendirian saat melintasi jalan yang sepi dan gelap. Jika dalam perjalanan ada hal mencurigakan, jangan berhenti sembarangan dan usahakan menghubungi keluarga saat pulang kerja,” pesan Wahyu.

Selain itu, Kapolsek juga menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap terjadi akibat kelalaian pemilik kendaraan.
Menurutnya, masih banyak warga yang lupa mencabut kunci motor saat parkir atau memarkir kendaraan terlalu jauh tanpa pengamanan tambahan.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan kunci ganda dan bila memungkinkan memasang GPS pada kendaraan. Personel kami, termasuk Bhabinkamtibmas, terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan curanmor,” katanya.
Dalam forum Ngopi Kamtibmas tersebut, Kapolsek juga mendorong warga untuk memasang CCTV di setiap akses keluar masuk lingkungan guna membantu pengawasan dan mempermudah pengungkapan tindak kejahatan.
Tak hanya itu, persoalan tawuran remaja juga menjadi perhatian serius. Kapolsek menyebut banyak anak-anak yang terlibat tawuran berasal dari luar wilayah sehingga peran pengawasan orang tua sangat dibutuhkan.
“Kami berharap para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya sepulang sekolah agar tidak nongkrong atau berkumpul hingga larut karena dikhawatirkan menjadi sasaran atau terlibat tawuran,” imbuhnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak baik, AKP Wahyu juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya aksi penipuan berkedok investasi maupun pinjaman uang.
“Masyarakat jangan mudah tergiur investasi yang tidak jelas. Jangan mudah meminjamkan uang atau terlibat usaha yang belum jelas legalitasnya,” tegasnya.
Selain masalah keamanan lingkungan, isu pelecehan seksual juga turut menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut.
Kapolsek mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan tindakan yang mengarah pada pelecehan maupun tindak pidana lainnya.
Masih dilokasi yang sama,Haris Chandra,SH.MH selaku Ketua RW 07 mengimbau pada warga nya agar selalu waspada.
Sebelum acara selesai,Haris memberikan kuis berhadiah bagi warga yang dapat menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas ini diharapkan dapat mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Tambora, Jakarta Barat.
Sumber : Erwin Melky/Yus
RN/ Sulaeman /red






