Jakarta Pusat — Dalam menjalankan tugas pokok sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polsek Sawah Besar melakukan kegiatan sambang dan koordinasi dengan pengelola pompa air di wilayah Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan mengelola potensi gangguan kamtibmas sekaligus mencegah dampak banjir sejak dini melalui komunikasi langsung di lokasi fasilitas pompa air, sebagai bagian dari langkah preventif kepolisian. sabtu (24/1/2026)
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Sawah Besar bekerja sesuai batas kewenangannya dengan mengedepankan pendekatan koordinatif dan dialogis. Polisi melakukan pengecekan situasi sekitar, berdiskusi terkait pola kerja pompa air saat curah hujan tinggi, serta menganalisis potensi kerawanan genangan yang dapat berdampak pada aktivitas warga. Solusi yang disepakati adalah peningkatan komunikasi cepat antara pengelola pompa, aparat, dan warga jika terjadi kendala teknis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pengelolaan risiko sosial dan lingkungan.
“Kolaborasi lintas instansi sangat penting. Dengan memastikan sistem pendukung seperti pompa air berfungsi baik, kita bisa mencegah gangguan yang lebih besar, baik banjir maupun dampak kamtibmas yang menyertainya,” ujar Reynold.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menekankan pentingnya kehadiran polisi di lapangan untuk memastikan kesiapsiagaan semua pihak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara polisi dan pengelola infrastruktur menjadi kunci dalam upaya pencegahan.
“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan teknis di lapangan dan setiap potensi masalah bisa ditangani lebih awal,” kata Rahmat.
Warga setempat menyambut positif langkah kepolisian tersebut. Mereka menilai koordinasi langsung dengan pengelola pompa air memberikan rasa tenang, terutama saat intensitas hujan meningkat. Warga juga berharap kegiatan sambang seperti ini dilakukan secara rutin agar permasalahan lingkungan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
Dalam kesempatan itu, personel Polri juga menekankan pentingnya kesiapan teknis, termasuk memastikan mesin pompa air berfungsi optimal dan jumlah petugas pengelola mencukupi. Polisi turut mengingatkan langkah pencegahan, seperti pembersihan saluran air secara berkala dan pelaporan cepat jika ditemukan gangguan operasional pompa.
Secara umum, kegiatan sambang dan koordinasi berjalan dengan baik dan kondusif. Setelah dilakukan pengecekan dan komunikasi, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Sinergi antara Polri, pengelola pompa air, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan banjir serta menjaga stabilitas keamanan lingkungan di wilayah Jakarta Pusat.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
RN/Indah /red






