Jakarta Pusat – Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan S. Sos., MH memimpin langsung kegiatan pembinaan terhadap 13 remaja yang sebelumnya terlibat tawuran di wilayah Jalan Kartini Raya, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026) pukul 19.30 WIB. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Jami Darusalam, Jl. Kartini 9 RT 01 RW 03 ini bertujuan untuk mencegah terulangnya aksi tawuran melalui pendekatan pembinaan keagamaan serta penguatan peran orang tua dan lingkungan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kejadian tawuran remaja beberapa hari sebelumnya yang meresahkan warga. Dalam pelaksanaannya, Polsek Sawah Besar menggandeng tokoh agama, di antaranya Ustaz Bariji dan Ustaz Aripin, untuk memberikan tausyiah kepada para remaja. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sawah Besar, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kartini, Ketua RW 01, RW 03, RW 08, serta pengurus Masjid Darusalam. Sebanyak 13 remaja dikumpulkan bersama orang tua mereka untuk diberikan pembinaan, nasihat keagamaan, serta arahan langsung dari pihak kepolisian terkait konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, KOMBES POL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui pembinaan menjadi langkah strategis dalam menangani kenakalan remaja. “Penanganan terhadap remaja yang terlibat tawuran tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pembinaan moral dan sosial agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan S. Sos., MH menekankan pentingnya kesadaran para remaja terhadap risiko hukum serta dampak sosial dan mental yang dapat merusak masa depan mereka.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Polri mengedepankan langkah preemtif dan preventif dengan melakukan pendekatan persuasif kepada para remaja dan orang tua. Pembinaan dilakukan melalui dialog, pemberian edukasi hukum, serta penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral. Selain itu, kepolisian juga mengajak lingkungan sekitar untuk turut aktif melakukan pengawasan serta membangun kegiatan positif bagi remaja guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran.
Para orang tua menyambut baik kegiatan pembinaan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan Polri mampu membuka kesadaran anak-anak mereka untuk tidak kembali terlibat dalam perilaku menyimpang. Dampak positif mulai terlihat dari adanya komitmen para remaja untuk berubah serta meningkatnya perhatian keluarga terhadap aktivitas anak di lingkungan.
Secara keseluruhan, kegiatan pembinaan remaja di Masjid Jami Darusalam, Kelurahan Kartini ini menjadi langkah konkret dalam mencegah tawuran, dengan tujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi tindakan melanggar hukum.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






