refubliknews.com,- Jakarta || Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (KIPS) MGMP IPS DKI Jakarta Tahun 2026 menjadi ruang bagi peserta didik untuk menguji kemampuan akademik sekaligus belajar tentang kejujuran, sportivitas, tanggung jawab, dan pembentukan karakter.
Pesan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan final tingkat Provinsi DKI Jakarta di SMP Negeri 115 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu. 04/11/2026
Tema KIPS 2026: Generasi Kritis, Kreatif, dan Peduli
KIPS 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Kritis, Kreatif, dan Peduli melalui Ilmu Pengetahuan Sosial”. Tema tersebut menegaskan bahwa pembelajaran IPS tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga dengan kemampuan memahami fenomena sosial, ekonomi, geografis, historis, dan budaya yang terjadi di lingkungan sekitar maupun dalam kehidupan global.
Sebanyak 30 siswa terbaik dari berbagai SMP di DKI Jakarta mengikuti babak final setelah melewati seleksi tingkat wilayah dan tingkat kota/kabupaten.
Mereka merupakan peserta terpilih dari 915 siswa yang berasal dari 307 SMP negeri dan swasta. Proses seleksi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung secara berjenjang dan memberikan ruang bagi siswa dari berbagai wilayah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dinas Pendidikan Soroti Nilai Karakter
Astin Julaikhan, Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, mengapresiasi perjuangan para finalis.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan 30 siswa mencapai tingkat provinsi bukanlah hal yang mudah karena mereka harus menyisihkan ratusan peserta lainnya.
Astin juga menyoroti nilai pendidikan karakter dalam kegiatan tersebut.
Para siswa tetap hadir dan berjuang pada hari Sabtu untuk membawa nama baik sekolah. Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi pembelajaran tentang kesungguhan, tanggung jawab, dan semangat berprestasi.
Dalam wawancara, Astin menilai KIPS dapat melatih keterampilan siswa sekaligus mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi IPS. Ia berharap kegiatan yang mendorong peningkatan prestasi peserta didik dapat semakin banyak diselenggarakan.
PIJAR Telkom Ingatkanku Pentingnya Kejujuran
Pesan tentang karakter juga disampaikan Ghani Ilman, perwakilan PIJAR Telkom.
Ia mengingatkan peserta agar menempatkan kejujuran sebagai prinsip utama, baik ketika mengikuti kompetisi maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat ini Indonesia tidak kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan orang jujur. Maka dari itu, jadilah generasi yang jujur dan pintar,” demikian pesan Ghani Ilman kepada para peserta”
Menurut Ghani, kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan integritas. Kompetisi bukan hanya tentang memperoleh nilai tertinggi atau menjadi juara, melainkan juga tentang menjalani proses dengan cara yang benar dan menghargai kemampuan peserta lain ” Pungkasnya.

Mitra Pendidikan Dorong Penguatan Pembelajaran
Perwakilan Penerbit Erlangga, Devi Utari, juga menekankan arti penting KIPS bagi penguatan pembelajaran IPS.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang adu kecerdasan, tetapi juga menjadi perayaan atas peran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pada seremoni penutupan, Ketua MKKS Provinsi DKI Jakarta, Imam, menyebut KIPS sebagai kompetisi berbasis digital yang memperlihatkan perkembangan baru dalam penyelenggaraan kompetisi IPS.
Ia juga mengingatkan bahwa MGMP harus menjadi wahana transformatif untuk terus meningkatkan kompetensi guru dan mengembangkan potensi peserta didik hingga tingkat satuan pendidikan.
Imam menegaskan bahwa predikat terbaik dalam sebuah kompetisi dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, setiap peserta perlu terus membuka diri terhadap proses belajar.
Belajar, menurut pesannya, menuntut kerendahan hati, kemauan menerima masukan, berdiskusi, dan bekerja sama.
Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan KIPS 2026, yaitu meningkatkan motivasi murid dalam mempelajari IPS, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan pemecahan masalah, serta membangun budaya akademik dan kompetisi yang positif.
Kolaborasi Pendidikan dan Teknologi Berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara MGMP IPS DKI Jakarta, satuan pendidikan, unsur Dinas Pendidikan, dan mitra pendukung. Sejumlah pihak yang memberikan dukungan antara lain PIJAR Telkom, Penerbit Erlangga, Nurul Fikri, Bank DKI, serta PT Cisarua Mountain Dairy Tbk melalui produk Cimory.
Hingga KIPS 2026, kegiatan kompetisi ini telah enam kali berkolaborasi dengan Telkom melalui penggunaan aplikasi PIJAR. Kolaborasi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari dukungan teknologi digital dalam penyelenggaraan kompetisi IPS.
” Ketua MGMP IPS DKI Jakarta, Sri Wahyuni, berharap para siswa yang lahir dari kompetisi berjenjang ini dapat berkembang menjadi wakil DKI Jakarta pada tingkat nasional. Ia ingin para peserta membawa nama baik sekolah, diri sendiri, dan Provinsi DKI Jakarta.
Melalui KIPS 2026, MGMP IPS DKI Jakarta berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kritis dalam berpikir, kreatif dalam mencari solusi, peduli terhadap persoalan sosial, serta menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
Dengan demikian, kompetisi dapat menjadi pengalaman pendidikan yang bermakna, baik bagi pemenang maupun seluruh peserta” harapnya.
Penutup.
RN/ Sulaeman /red






