refubliknews.com,- Bandung – Perjalanan olahraga roundnet di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam lima tahun terakhir. Sejak diperkenalkan di Bandung pada 26 Februari 2020, olahraga yang juga dikenal sebagai spikeball ini berkembang dari komunitas kecil menjadi gerakan yang menjangkau sekolah, kampus, hingga berbagai daerah di Tanah Air. Karakter permainannya yang dinamis, inklusif, dan menjunjung tinggi sportivitas menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi generasi muda.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, Pengurus Besar Federasi Roundnet Indonesia (PB FRI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I Tahun 2026 di Bandung, Sabtu (14/2/2026). Forum ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penentuan arah strategis pengembangan roundnet Indonesia ke depan.
Salah satu keputusan penting Munas adalah perubahan nama organisasi dari Persatuan Roundnet Indonesia (PORSI) menjadi Federasi Roundnet Indonesia (FRI). Transformasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur kelembagaan dan menyesuaikan kebutuhan pengembangan olahraga secara nasional.
“Selain perubahan nama, kami juga menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga agar selaras dengan dinamika organisasi dan perkembangan roundnet ke depan,” ujar Genta Fajar, yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum FRI masa bakti 2026–2030.
Munas juga menetapkan program prioritas, terutama percepatan pembentukan kepengurusan daerah sebagai syarat pendaftaran ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). FRI menargetkan pembentukan minimal 25 pengurus provinsi agar dapat diakui sebagai induk cabang olahraga resmi.
“Kami memprioritaskan pembentukan pengurus di daerah. Selain itu, kami menyiapkan kejuaraan nasional dan menargetkan partisipasi pada ekshibisi PON NTT–NTB,” tambah Genta.
Sekretaris Jenderal FRI periode sebelumnya, Partoba, menegaskan bahwa Munas telah merumuskan roadmap strategis, termasuk pembentukan koordinator wilayah guna mempercepat ekspansi dan pembinaan di daerah.
Munas I dihadiri jajaran pengurus pusat, perwakilan 12 pengurus provinsi, serta peninjau dari kalangan guru olahraga di Bandung.
Di tingkat internasional, FRI telah resmi menjadi anggota International Roundnet Federation (IRF) dan Asian Roundnet Federation (ARF). Indonesia juga tercatat mengikuti Kejuaraan Dunia Roundnet 2022 di Berlin serta menjadi tuan rumah Piala Asia Roundnet 2023 di Bali. Konsistensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu barometer perkembangan roundnet di Asia.
Dengan fondasi organisasi yang semakin kuat dan jejaring internasional yang kian luas, FRI menegaskan komitmennya untuk membawa roundnet menuju pengakuan resmi dalam ekosistem olahraga nasional serta meningkatkan prestasi di level global.
RN/ Sulaeman /red






