Komisi VI DPR: Kecelakaan KA Bekasi Indikasi Kegagalan Sistemik, Desak Dirut KAI Mundur

refubliknews.com – Jakarta || Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, menilai kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur sebagai indikasi adanya kegagalan sistemik dalam operasional perkeretaapian. Ia menyoroti bahwa teknologi seperti automatic signaling, train protection system, hingga mekanisme fail-safe seharusnya mampu mencegah tabrakan, bahkan ketika terjadi kesalahan manusia.

Menurutnya, ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi darurat menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan. “Kalau sistemnya jalan, human error tidak akan sampai menyebabkan tabrakan. Ini artinya ada yang bolong di level sistem dan pengawasan,” tegas Firnando, Selasa 28/4/2026. Ia menyebut insiden ini tidak bisa dipandang sebagai kelalaian individu semata, melainkan problem tata kelola keselamatan secara menyeluruh.

Firnando pun mendesak pertanggungjawaban di level tertinggi, termasuk meminta Direktur Utama KAI untuk mundur sebagai bentuk akuntabilitas publik. Selain itu, ia mendorong audit menyeluruh terhadap manajemen operasional KAI, mulai dari perawatan sarana, prasarana, hingga SDM. Ia juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi secara transparan agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.

Menanggapi desakan itu, VP Public Relations KAI menyatakan pihaknya menghormati fungsi pengawasan DPR dan fokus pada penanganan korban serta investigasi. “Kami tunduk pada proses audit dan investigasi KNKT. Evaluasi menyeluruh pasti dilakukan. Soal jabatan, itu ranah pemegang saham,” ujarnya.

Jubir Kemenhub menambahkan, Menteri Perhubungan telah memerintahkan audit keselamatan operasional KAI dan KAI Commuter. “Hasil investigasi KNKT akan jadi dasar perbaikan sistemik. Pemerintah tidak akan kompromi soal keselamatan,” tegasnya. KNKT saat ini masih mengusut penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 16 orang dan melukai 91 penumpang.

RN/Raffa Christ Manalu/red

Pos terkait