Kedekatan Polri dan Ojol, Wujud Sinergi Keamanan Lingkungan

refubliknews.com, || Jakarta Pusat — Kepolisian terus memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Salah satunya melalui kegiatan sambang dialogis yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Kosong, Brigadir Yayat Ruhiyat, dengan pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Kemayoran Ketapang RW 03, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.35 WIB tersebut dilakukan dengan menyambangi salah satu pengemudi ojol bernama Dicky yang tengah menunggu penumpang. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Bhabinkamtibmas menjalin silaturahmi, berkoordinasi wilayah, serta bertukar pikiran guna menyerap saran dan masukan terkait situasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari masyarakat dengan mobilitas tinggi, pengemudi ojol dinilai memiliki peran strategis dalam membantu menjaga keamanan lingkungan. Melalui dialog langsung, Polri berupaya membangun komunikasi dua arah agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Yayat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas bertajuk JAGA JAKARTA, yang berisi ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan warga, menaati aturan yang berlaku, serta menjalankan amanah dan tanggung jawab masing-masing. Pengemudi ojol juga diimbau untuk segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan dan tidak bertindak main hakim sendiri.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pengemudi ojol, merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah.

“Pengemudi ojek online berada di lapangan setiap hari dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sinergi ini sangat membantu Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H. menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan Polri. Sambang dialogis seperti ini adalah sarana untuk mendengar, merangkul, dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah,” kata Agung.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

RN/Indah /red

Pos terkait