refubliknews.com,- Jakarta || Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Wahyu Widada secara tegas menyatakan sikap perang melawan narkotika. Menurutnya perang melawan narkotika adalah mandat suci bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Komjen Pol Wahyu Widada saat menggelar konferensi pers Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim di Mabes Polri, pada Rabu 05 Maret 2025.
Dalam keterangannya, Wahyu mengatakan, bahwa jajaran kewilayahan yang dipimpinnya dalam masa periode Januari hingga 27 Februari 2025, telah berhasil mengungkap sebanyak 6.881 kasus tindak pidana narkotika dengan jumlah tersangka sebanyak 9.586 orang, dan barang bukti narkotika mencapai 4.171 ton, meliputi narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja, kokain, dan tembakau sintetis.
“Keberhasilan ini merupakan capaian dari berbagai pihak, baik Dirjen Bea dan Cukai, Kepolisian, dan Imigrasi,” kata Wahyu Widada.
Ia menjelaskan, secara rinci dari total 4.171 ton narkotika yang berhasil diamankan, terdiri dari sabu seberat 1,28 ton, ekstasi sebanyak 346.959 butir, ganja seberat 3,4 kg, tembakau sntetis seberat 1,6 ton, dan obat keras sebanyak 2.199.726 butir. “Sebagian besar barang bukti ini telah dimusnahkan, dan sisanya masih dalam proses hukum,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berhasil membongkar jaringan narkotika internasional, termasuk sindikat Fredy Pratama. “Modus yang digunakan pelaku ini melalui pengiriman antar provinsi dengan melakukan jalur darat dari Sumatera ke pulau Jawa, dan juga melalui jalur laut menggunakan kapal, juga ekspedisi resmi,” ujarnya.
“Melihat semakin canggihnya cara yang digunakan oleh pelaku dalam peredaran narkotika menjadi tantangan besar ke depan. Kita akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan secara tegas terhadap pelaku,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menegaskan, bahwa narkoba adalah musuh nyata bagi bangsa Indonesia. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperang melawan narkotika.
“Mari kita jaga anak-anak generasi muda bangsa kita, agar terhindar dari bahaya narkoba guna mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045 mendatang,” tegasnya.
RN/Raffa Christ Manalu/red






