Kabacadnas Kemhan RI Terima Audiensi Perempuan Indonesia Maju, Perkuat Peran Komponen Cadangan Nasional

refubliknews.com,- Jakarta – Komponen Cadangan Nasional (Bacadnas) merupakan bagian strategis dalam Sistem Pertahanan Negara yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui pendekatan pertahanan semesta. Kehadiran Bacadnas menjadi wujud konkret pengelolaan sumber daya nasional yang terintegrasi, melibatkan warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional guna mendukung pertahanan negara secara berkelanjutan.

Sejalan dengan penguatan peran tersebut, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI (Kabacadnas Kemhan RI) Letjen TNI Gabriel Lema menerima audiensi Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro beserta jajaran di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Rabu (25/2).

Dalam pertemuan tersebut, Letjen TNI Gabriel Lema yang juga mantan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI asal Nusa Tenggara Timur memaparkan tugas dan mandat baru yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sejak 10 Agustus 2025, khususnya terkait penguatan dan pengelolaan Komponen Cadangan pertahanan Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Komponen Cadangan (Komcad) merupakan bagian integral dari sistem pertahanan negara yang berfungsi sebagai pendukung dan penguat Komponen Utama, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberadaan Komcad diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

“Komcad dibentuk untuk memperkuat TNI dalam menghadapi ancaman militer maupun hibrida. Komcad terdiri dari warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah dipersiapkan melalui proses mobilisasi. Ini adalah bentuk kesiapan bangsa dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Gabriel.

Menurutnya, kehadiran Badan Cadangan Nasional bukanlah kebijakan yang lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil kontemplasi mendalam Presiden Prabowo Subianto tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Gagasan tersebut mulai dirintis sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), TNI bertugas menjaga pertahanan negara, Polri menjaga keamanan negara, sementara Bela Negara menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari konteks inilah Presiden Prabowo menginisiasi penguatan sistem pertahanan yang mengandung tiga komponen utama,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sishankamrata mencakup Komponen Utama berupa TNI, Komponen Keamanan yang dijalankan oleh Polri, Komponen Cadangan yang berasal dari warga negara dan dipersiapkan melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil), serta Komponen Pendukung yang meliputi sumber daya manusia, sarana, dan prasarana nasional.

“Melalui Bacadnas, kami ingin memastikan bahwa semangat bela negara tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan dalam sistem yang terukur, terlatih, dan siap digerakkan saat negara membutuhkan,” tegas Gabriel Lema.

Sementara itu, Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju Lana T. Koentjoro menyampaikan apresiasi atas sambutan langsung dari Kepala Badan Cadangan Nasional RI. Ia menilai Letjen TNI Gabriel Lema sebagai sosok pemimpin yang humanis dan memiliki pemahaman komprehensif terhadap tugas strategis yang diembannya.

“Kehadiran kami selain untuk mengenal lebih dekat Komponen Cadangan (Komcad), juga untuk membangun sinergi peran perempuan dalam penguatan bela negara. Perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai kebangsaan dan ketahanan nasional,” ujar Lana.

Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Forum Nasional Perempuan Indonesia dan Rapat Kerja Nasional PIM yang akan dilaksanakan pada 6–7 Mei mendatang.

“Kami berencana memberikan ruang bagi Jenderal Gabriel Lema untuk hadir dan menyampaikan pemikiran strategis terkait Komponen Cadangan Nasional dalam Forum Nasional Perempuan Indonesia yang akan dihadiri sekitar 700 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PIM Dr. Rahajeng Widya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat seluruh komponen pertahanan negara, terutama melalui pendidikan keluarga, ekonomi produktif, dan ketahanan sosial.

“Cadangan nasional tidak hanya soal militer, tetapi mencakup kualitas sumber daya manusia, ketahanan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, kekuatan sosial-budaya, serta penguasaan teknologi. Di sinilah perempuan berperan penting dalam memperkuat ketahanan bangsa,” ujar Rahajeng yang juga berprofesi sebagai dosen.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Bela Negara Brigjen Luhut dan Kepala Rumah Tangga Bacadnas Kolonel Beni. Sementara dari jajaran Perempuan Indonesia Maju, selain didampingi anggota Dewan Pengawas Frans Watu, hadir Sekretaris Jenderal Dr. Rahajeng Widya, Wakil Sekjen Mila Sanova, Wakil Ketua Umum Bidang Humas Kaajel Kaur, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Seska Langelo, serta sejumlah pengurus DPP PIM lainnya.

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait