Jangan Mau di Adu Domba Dengan Narasi Membenci Polisi

refubliknews.com,- Sejumlah aksi yang berlangsung dalam dua hari terakhir sudah mengarah ke tindakan anarkis. Bahkan mengarah ke tindakan pidana. Mulai dari pembakaran gedung, pembakaran fasilitas umum, penyerangan terhadap markas-markas, dan ada area fasilitas umum yang juga dilakukan pembakaran. Dan juga ada tindakan-tindakan lain yang tentunya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan cenderung mengarah ke peristiwa pidana.

Ada baiknya rakyat bersikap objektif dan adil dalam menilai unjuk rasa atau demonstrasi yang berkaitan dengan aksi demo dalam minggu-minggu ini, Publik pun perlu menilai secara obyektif bagaimana fenoma para pengunjuk rasa (para demonstran) dalam menyampaikan pendapat di muka umum yang berujung tindakan anarkis. Semestinya aksi demonstrasi berjalan damai dan tertib. Jangan sampai melakukan tindakan anarkis dan merugikan rakyat dengan merusak dan membakar fasilitas umum.

Sehingga publik dapat bersikap adil juga terhadap tindakan anggota Polri saat penangan aksi unjuk rasa. Karena Polri bertindak berdasarkan aturan-aturan hukum yang berlaku. Jika ada pimpinan pengunjuk rasa yang harus berhadapan dengan hukum, itu karena polisi memiliki bukti dugaan tindak pidana yang ini akan diuji di pengadilan.
sebab polisi hanya menindak pelaku anarkis yang berada bersama demonstran

Kami menyesalkan tindakan anarkis sejumlah oknum pendemo. Sebab para pendemo tak seharusnya menarget kantor polisi dan jangan memusuhi polisi, karena mereka hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Kami sangat prihatin sekali karena para pendemo sudah bergeser menjadi kelompok yang melakukan aksi anarkis dengan menjadikan polisi sebagai issue utama, polisi bukan musuh rakyat, mereka juga bagaian dari rakyat yang kebetulan menjadi anggota polri. Sudah menjadi tugas Polisi melakukan tindakan pengamanan secara terukur. Semua perangkat yang digunakan Polri di lapangan dalam penanganan aksi unjuk rasa sejak sebenarnya sudah sesuai SOP dan menjadi standar kepolisian internasional, bahwa tindakan Polri terhadap para pengunjuk rasa yang anarkis itu bertujuan untuk mengurai massa. Tujuan akhirnya adalah untuk menjamin terpeliharanya rasa keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih luas.

Kami juga memahami rasa kecewa, jengkel dan marah masyarakat di karenakan faktor ketidakadilan dan keserakahan yang terjadi sehingga menimbulkan kesulitan ekonomi dan beban hidup rakyat. “Saya berharap seluruh kekecewaan itu jangan dilampiaskan dengan merusak fasilitas umum, menjarah, atau membakar gedung bersejarah. Tindakan seperti itu justru akan merugikan kita semua.”

Kami sangat berharap berharap agar rakyat tidak membenci polisi di tengah rusuhnya pergolakan politik di tanah air, sebab ketika rakyat membenci polisi, maupun pemerintah, maka hal itu yang diinginkan oleh pihak-pihak ketiga dengan kekuatan tertentu ingin memecah belah bangsa.Polisi adalah mitra kita menjaga Kamtibmas, Mungkin ada kekuatan jahat ingin memecah belah kita dan ingin kita hancur.”

Sumber : Azmi. Hidzaqi Kordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait