HUT ke-80 RI, PIM Apresiasi Peran Perempuan dan Musik Daerah di Istana

refubliknews.com,- Jakarta – Indonesia resmi memasuki usia delapan dekade atau 80 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun hingga kini bangsa Indonesia terus berbenah menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, membagikan refleksi makna perayaan kemerdekaan kali ini.
“Hari ini, kita merayakan ulang tahun kemerdekaan dengan kesan berbeda dari sebelumnya. Kekuatan alutsista TNI, hingga penampilan pasukan berkuda dan pesawat Jet Jupiter memberikan nuansa yang luar biasa,” ujarnya.

Lana memberikan apresiasi khusus terhadap keterlibatan 15 perempuan dalam mengawal Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dalam rangkaian 45 motor gede (Moge) yang dikendarai TNI pada perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka. Menurutnya, partisipasi ini menjadi simbol kesetaraan.
“Ini bukti nyata bahwa perempuan Indonesia semakin merdeka, berdaya, dan memiliki ruang yang sama untuk tampil di panggung nasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, penampilan kolaborasi musik bertajuk “Lagu Tabola Bale” yang dibawakan kolaborasi penyanyi asal Minang dan Nusa Tenggara Timur juga memikat perhatiannya.
“Pertunjukan itu sangat keren. Musik daerah kini sudah merdeka, bahkan mampu menggoyang Istana dengan warna persatuan,” tambah Lana penuh semangat.

Lebih jauh, Lana menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya simbol, tetapi juga merdeka dari kelaparan, kebodohan, kemiskinan, dan stunting. Ia optimistis cita-cita itu dapat diwujudkan melalui program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Bagi kami, kemerdekaan berarti bebas dari kemiskinan, korupsi, kebodohan, dan malnutrisi. Masih banyak kemerdekaan lain yang harus kita perjuangkan bersama,” ujar tokoh perempuan berdarah Kawanua yang juga aktif memperjuangkan eksistensi Hari Kebaya Nasional serta pengakuan Kebaya sebagai warisan tak benda di UNESCO.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras mewujudkan target pembangunan Presiden Prabowo.
“Presiden sudah menargetkan defisit mendekati nol pada tahun 2027, dan itu harus kita kerjakan bersama,” tegas Luhut.

Dalam upacara kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo Subianto, yang mengenakan beskap Melayu lengkap dengan kain songket, untuk pertama kalinya memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka.

Sebanyak 8.000 peserta memenuhi halaman Istana sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, sebagian besar dari masyarakat umum. Selepas upacara, untuk pertama kalinya Istana Kepresidenan menggelar pesta rakyat di halaman tengah.

Berbagai pedagang makanan dan pelaku UMKM turut berpartisipasi menyajikan hidangan bagi para peserta. Acara semakin meriah dengan adanya panggung musik rakyat yang menghibur masyarakat setelah prosesi upacara.

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait