refubliknews.com,
Purwakarta | Ratusan warga masyarakat Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jabar, menggelar aksi demonstrasi damai di Balai Desa, pada Senin 18 September 2023.
Aksi demonstrasi massa tersebut dilakukan warga plered gara-gara kelakuan bejat sang Kades telah berbuat mesum diruang kerja kepala desa dan diruangan Bamusdes dengan seorang wanita berinisial SI, yang viral diberitakan media ini, pada Kamis 14 September, pekan lalu.
Massa menuntut Kepala Desa Plered, inisial E untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya atas pengakuannya, yang telah melakukan hubungan intim diruang kerja kepala desa dan ruangan Bamusdes dengan perempuan inisial SI yang disebut sebagai selingkuhannya.
Perbuatan tidak terpuji itu dinilai warga Plered telah mencoreng nama baik Desa, selain itu, Kades E dianggap tidak layak lagi menjadi seorang pejabat publik karena sudah melakukan aksi mesum alias tidak terpuji.
“Sebagai seorang kepala desa, dia tak seharusnya melakukan hal tidak senonoh, apalagi itu dilakukan diruang kerjanya, seorang kepala desa harus memberikan contoh yang baik bagi warganya,” ujar salah seorang warga yang ikut aksi demonstrasi, pada Senin 18 September 2023.
Aksi massa dengan membentangkan beberapa spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap Kades bertuliskan ‘Kantor Desa Untuk Rakyat, Bukan Untuk Mesum’.

Perbuatan mesum yang diduga dilakukan Kades E sudah lama terjadi dan kerap terulang, bahkan menurut warga, sebelum melakukan perbuatan bejatnya, mereka (Kades-red) terlebih dahulu melakukan aksi minum-minuman keras di kantor desa tersebut.
Sementara itu, Muhammad Hidayat, salah seorang anggota dari Bamusdes Desa Plered membenarkan, telah terjadi perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh Kades E dengan perempuan cantik SI.
“Hal ini telah diakui oleh E selaku Kepala Desa Plered,” ucap Ari, sapaan akrab Muhammad Hidayat.
Ia juga menyebut, warga masyarakat Desa Plered telah melakukan aksi massa bentuk kecaman untuk mendesak pengunduran diri Kades sebelum dilakukan musyawarah.
“Pagi tadi sekira Pukul 10.00 wib, sebelum musyawarah dilaksanakan ada aksi dari warga, lalu kami tenangkan supaya tidak anarkis dan kami fasilitasi untuk musyawarah, tapi sayang, Kadesnya tidak hadir,” kata Ari.
Menurut Ari, hasil musyawarah itu akan terus dilanjutkan dan disampaikan kepada pihak yang berkaitan. BPD akan menyampaikan hasil musyawarah ke Kades dan Bupati melalui Camat Kecamatan Plered untuk ditindaklanjuti.
“Hasil musyawarah ini akan kita berikan kepada pihak yang berkaitan. Bamusdes akan menyampaikan hasil musyawarah ke Kades dan Bupati melalui Camat Plered,” cetusnya.
RN/raffa christ manalu/red






