refubliknews.com,
Karawang | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang, menggelar acara seminar sejarah napak tilas kebulatan tekad Rengasdengklok di hotel Mercure, pada Selasa 8 Agustus 2023.
Sekda Karawang, Acep Jamhuri, mewakili Bupati Cellica Nurrachadiana, hadir bersama Forkopimda, Kepala Kesbangpol, Legiun Veteran, Mahasiswa dari Universitas Karawang dan Bekasi, para pengurus Ormas, dan pengurus Organisasi Profesi, IJTI, INPERA, AJIB, IWOI, MIO dan lainnya.
Dalam kegiatan seminar tersebut, beberapa narasumber dihadirkan, diantaranya, JJ Rizal, dari unsur Sejarawan, Airlangga Pribadi, unsur Sejarawan dan Yuda Febrian Silitonga, dari unsur Penulis Buku.
Sekda Karawang, Acep Jamhuri, dalam sambutanya mengatakan, dirinya mengapresiasi PWI Karawang yang telah menggagas acara seminar ini.
Pasalnya, acara seminar sejarah terlebih soal detik-detik proklamasi di Rengasdengklok yang bisa membuka cakrawala pengetahuan terutama bagi para milenial.
“Apapun itu, yang jelas Karawang melalui Rengasdengklok menjadi sejarah perjuangan rakyat Indonesia dalam memerdekakan Republik Indonesia pada rangkaian memproklamirkan kemerdekaan negara RI, pada tanggal 16 Agustus 1945, kewajiban kita dalam pelurusan peristiwa Rengasdengklok harus dilakukan dari sekarang, semoga acara hari ini mendapatkan kesimpulan yang jelas, agar perdebatan dapat diluruskan,” kata Acep Jamhuri.
Sementara itu, Ketua PWI Karawang, Aep Saepuloh mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya tindak lanjut dengan mengusung gagasan besar, yakni, mengangkat situs-situs sejarah yang ada di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
“Ini untuk didefinisikan dan dikembangkan, terutama narasi-narasi sejarahnya bahwa kita harus sepakat, sejarah Rengasdengklok ini seperti apa sih dalam pusaran Kemerdekaan RI,” ujar Aep.
“Sebenarnya diksi penculikan ini bukan menjadi pokok penting, tujuannya adalah bagaimana meng-clear-kan sejarah Rengasdengklok itu sendiri, dari sisi sejarah Rengasdengklok bisa tersajikan secara utuh, kemudian selanjutnya kita serahkan kepada pemerintah,” tutur Aep Saepuloh.
RN/raffa christ manalu/red






