refubliknews.com, || Jakarta,_ Dampak perang US-Israel dengan Iran yang memasuki minggu ke-4 sejak 28 Februari 2026, di India saat ini terjadi kekosongan gas LPG. Rakyat India masak menggunakan kayu bakar, dan banyak resto atau rumah makan (kuliner) tutup. Kekosongan gas LPG ini tidak boleh terjadi di Indonesia, sangat berbahaya atau very dengerously, kenapa?, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, Jakarta, Selasa, 24/3/2026.
Lebih lanjut Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat pelaku usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) sebanyak 65,4 juta unit usaha. Menjadi gantungan penghidupan ratusan juta isi perut rakyat, dan puluhan juta biaya sekolah anak-anak generasi bangsa. Menyediakan 137 juta atau 97% dari total lapangan kerja di negeri ini. Disamping itu, di negeri ini juga ada puluhan juta emak-emak rumah tangga miskin, serta 8 juta ojek online. Mereka semua sangat tergantung keberadaan Gas LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi dalam menjalankan aktifitas dan usaha mengail rezeki sehari-hari. Oleh karena itu, ketersediaan Gas LPG 3 Kg dan BBM bersubsidi wajib dijamin negara dalam hal ini oleh pemerintah RI.
Adalah sebuah fakta nyata saat ini di India terjadi kekosongan gas LPG dampak dari Perang US-Israel Vs Iran yang memasuki minggu ke-4 sejak 28 Februari 2026. Oleh karena itu, Indonesia tidak boleh terlambat mitigasi ketersediaan Gas Lpg 3kg, juga BBM bersubsidi, kenapa? Very dangerously atau sangat berbahaya. Karena ketika perut ratusan juta rakyat kosong, ketika puluhan juta emak-emak tidak bisa masak, ketika puluhan juta usaha rakyat kecil tidak bisa berjalan, serta 8 juta ojek online tidak bisa operasional, maka dipastikan dalam tempo sesingkat-singkatnya akan terjadi gejolak sosial politik bahkan bisa chaos atau tidak terkendali. Sekali lagi, very dengerously atau sangat membahayakan, pungkas dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta, mantan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU.
RN/Gusdin /red






