Di Balik Gubuk Reot Cigelam: Harapan Baru Pak Oman & Pak Supriatna

refubliknews.com, – Purwakarta || Sudah bertahun-tahun Pak Oman dan Pak Supriatna bertahan di gubuk Desa Cigelam yang atapnya bocor, dindingnya lapuk, dan lantainya tanah. Setiap hujan turun, mereka harus mencari sudut yang masih kering. Setiap malam, dingin menusuk dari celah bambu. Bukan mereka tidak mau pindah, tapi tidak ada tempat lain yang bisa mereka sebut rumah.

Niat baik Pemerintah Desa Cigelam untuk merenovasi gubuk itu sempat kandas. Ternyata tanah yang mereka tempati bukan milik desa, melainkan milik warga lain. Sang pemilik tak memberi izin bangunan permanen. Hukum harus dihormati, tapi nurani juga berteriak melihat dua orang tua itu terus hidup dalam ketidaklayakan. Kepala Desa Cigelam sempat bingung, terjepit antara aturan dan kemanusiaan.

Lalu datang kabar yang membuat keduanya bisa bernapas lega. Bupati Purwakarta Om Zein mendengar kisah mereka dan langsung memerintahkan Kades mencari lahan desa yang kosong. Tanah aset desa, legal, dan aman. Om Zein berjanji turun tangan membangunkan rumah layak huni untuk Pak Oman dan Pak Supriatna di atas tanah itu. Kini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dua warga Cigelam itu bisa membayangkan punya rumah yang aman, tidak bocor, dan tidak lagi menumpang di tanah orang. Harapan itu sederhana, tapi rasanya seperti lahir kembali.

RN/Raffa Christ Manalu/red

Pos terkait