Dengan tegas KH. Nur Alam Bahir berkata akan terus melanjukan pembangunan Mushola Nurul Islam karena mempunyai bukti kuat.

refubliknews.com,
Jakarta|2/3/2023 berawal dari bangunan Madrasah Nurul Topik Dan Mushola Nurul Islam yang kapasitasnya kecil, karena semakin banyaknya jama’ah dan giat Dakwah Center maka saya urus IMB, tutur KH. Nur alam bahtir

Setelah IMB jadi, maka proses pembangunan Musholla dimulai. Namun saat proses pembangunan digugat oleh orang-orang yang tidak berhak menggugat dikarenakan tidak tau menau asal muasalnya tanah Musholla tersebut Nadir nya adalah saya karena saya diamanatkan untuk mengelola dengan benar oleh Almarhum, imbuh KH. Nur Alam Bahtir.

Kemudian digugat ke Pengadilan Jakarta Utara dikarenakan para Saksi yang dihadirkan oleh penggugat abal-abal LP yang bersangkutan maka ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Selanjutnya penggugat menempuh jalur Banding ke Pengadilan Negeri DKI dan Banding mereka pun ditolak mentah-mentah karena tidak ada data dan saksi palsu. Adapun hasil dan bukti dari Pengadilan ada sama Pengacara saya, pungkas KH. Nur Alam Bahtir.

Akhirnya mereka melakukan Aksi Jalanan untuk Pencitraan, dari 230 masyarakat tidak ada yang setuju untuk lahan parkir bahkan Ahli Waris dari Almarhum pun tidak ada yang setuju walaupun semuanya sudah terputus dengan Almarhum. Ironisnya orang yang sudah duduk di kursi roda dijadikan Subyek penggugatan Di Pengadilan oleh Saudara Saeful dan lucunya yang bersangkutan mengatasnamakan Ketua DKM Masjid Nurul Islam Koja dan ini juga tidak ada hubungannya dengan Saudara Sulaiman ataupun Yusuf Saiful yang sok gagah dan saudara-saudaranya memakai alamat domisili di gedung milik saya yaitu Dakwah Center ini. Artinya sudah pemalsuan data dan akan saya somasi, tegas KH. Nur Alam Bahtir.

Dan harapan kedepannya agar masing-masing saja tidak saling mengganggu biarlah masyarakat yang memilih dan saya akan tetap meneruskan pembangunan Musholla Nurul Islam sesuai dengan amanat Almarhum kepada saya dan tetap melanjutkan penutupan batas tembok antara dua masjid, imbuhnya.

RN/A sutarman/red

Pos terkait