Cita Waya Esa Resmi Berdiri di Bawah KKK, Brurtje Maramis Tegaskan Semangat “Torang Samua Satu”

refubliknews.com,- Jakarta – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) terus memperkuat perannya sebagai wadah pemersatu masyarakat Kawanua di perantauan dengan mendorong lahirnya berbagai organisasi berbasis kekeluargaan dan budaya di bawah naungannya.

Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan pelantikan kepengurusan Cita Waya Esa periode 2026–2029 oleh Ketua Umum KKK, Angelica Tengker di Anjungan Sulawesi Utara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (16/5/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KKK, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat diaspora Minahasa Selatan yang berada di Jabodetabek.

Cita Waya Esa hadir sebagai organisasi kemasyarakatan baru di bawah KKK yang menyatukan diaspora Tampaso Baru dan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Organisasi ini dibentuk dengan semangat mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kelestarian budaya Minahasa di tanah rantau.

Adapun pengurus yang dilantik terdiri dari Ketua Umum Brurtje Maramis, SH., MH., Ketua Harian Hendry M. Kewas, Sekretaris Umum Pdt. Benyamin Emor, S.Th., serta Bendahara Umum Vega Kumarurung.

Ketua Umum Cita Waya Esa, Brurtje Maramis menjelaskan bahwa nama “Cita Waya Esa” memiliki makna “torang samua satu” atau kita semua bersatu.

Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi masyarakat Minahasa Selatan di perantauan, tetapi juga memiliki misi sosial, budaya, dan pembangunan bagi daerah asal.

“Cita Waya Esa hadir untuk menjaga dan melestarikan budaya Minahasa di perantauan. Kami ingin organisasi ini menjadi wadah diaspora Minahasa Selatan, khususnya masyarakat Tampaso Baru dan Maesaan, agar tetap bersatu serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, organisasi tersebut ke depan akan fokus pada berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pelestarian budaya, penyuluhan hukum, hingga penguatan sektor pertanian dan pendidikan.

Brurtje juga mengapresiasi kepemimpinan Angelica Tengker yang dinilai berhasil membawa KKK semakin solid menjelang usia organisasi yang ke-53 tahun.

“Di bawah kepemimpinan Ibu Angelica Tengker, KKK semakin maju karena mampu merangkul seluruh anggota dengan semangat kekeluargaan dan persatuan. Ini menjadi inspirasi bagi kami di Cita Waya Esa,” katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Paskah dan peringatan Hari Kebangkitan Tuhan Yesus yang dipimpin Rm. Steven Lalu, Pr. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh masyarakat hidup damai dan saling mengasihi.

“Hidup damai itu indah dan diberkati Tuhan,” ujar Romo Steven yang mengawali karya patoralnya di Tamposo Baru.

Sementara itu, anggota Dewan Penasehat Cita Waya Esa, Teri Panauhe berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat Minahasa Selatan di perantauan sekaligus menghadirkan nilai kerukunan dan kebersamaan.

“Semoga Cita Waya Esa menjadi rumah besar masyarakat Tampaso Baru dan Maesaan di perantauan yang terus menebarkan kedamaian, persaudaraan, dan semangat gotong royong,” ujarnya. (fw)

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait