Jakarta Pusat – Upaya mencegah tawuran pelajar terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pada Selasa (10/3/2026), bertempat di SMP Negeri 47 Jakarta, Jalan Rawasari Timur RW 002 Kelurahan Cempaka Putih Timur, digelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Tawuran tingkat Kecamatan Cempaka Putih.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Cempaka Putih Siti Eka Rakhma, perwakilan Danramil Cempaka Putih, Kapoolsek Cempaka Putih yang diwakili Bhabinkamtibmas Kelurahan Cempaka Putih Timur Aiptu Wisnu Saputra, para kepala sekolah SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta, wakil bidang kesiswaan dan kehumasan, komite sekolah, serta tokoh masyarakat dan para Ketua RW.
Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah langkah strategis dalam mencegah potensi tawuran pelajar, di antaranya deteksi dini terhadap potensi konflik antar pelajar, upaya Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), pemetaan titik dan jam rawan tawuran, pengesahan struktur kepengurusan Satgas Pencegahan Tawuran, serta penyusunan SOP patroli bersama dan sistem informasi terpadu antar unsur terkait.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung, menegaskan bahwa pencegahan tawuran tidak bisa dilakukan oleh aparat saja, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan tawuran harus dimulai dari deteksi dini di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi antara guru, orang tua, tokoh masyarakat, TNI-Polri, serta pemerintah daerah menjadi kunci agar potensi konflik antar pelajar bisa dicegah sebelum terjadi,” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam membina para pelajar agar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan jalanan.
“Kami ingin membangun komunikasi yang kuat dengan pihak sekolah dan masyarakat. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa, sehingga perlu kita rangkul, dibimbing, dan diarahkan agar energi mereka tersalurkan pada kegiatan yang positif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui pembentukan Satgas Pencegahan Tawuran di tingkat kecamatan, diharapkan koordinasi antar pihak menjadi lebih cepat dan efektif, terutama dalam melakukan patroli bersama serta berbagi informasi terkait potensi kerawanan.
Dengan adanya kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Cempaka Putih tetap aman, kondusif, serta mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda yang lebih baik.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
RN/Indah /red






