Buka Tasyakur Khitanan Massal Al Hidayah, KDS: Pendidikan Tidak Bisa Dibangun Pemerintah Sendirian

refubliknews.com,- Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi peranan dari Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah yang turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan mendirikan lembaga pendidikan Islam yaitu SD, SMP dan SMA Al-Hidayah.

Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyatakan pembangunan di Kabupaten Bandung khususnya di bidang pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa kontribusi dari pihak swasta seperti Al Hidayah.

Hal itu diutarakan KDS saat membuka Tasyakuran Khitanan Massal gratis yang digelar Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah, di Ponpes Al Hidayah, Jalan Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kamis 28 Mei 2026.

“Karena itu saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung menghaturkan terima kasih atas peranan dari Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah di bidang pendidikan,” ucap KDS.

Ia mengungkapkan saat ini Rata-rata Lama Sekolah warga Kabupaten Bandung meningkat dari 8,9 tahun menjadi 9,4 tahun, dengan Harapan Lama Sekolah saat ini sudah meningkat menjadi 12,7 tahun.

“Tentu peningkatan ini juga ada peranan dan kontribusi dari Yayasan Al Hidayah dan kita doakan agar sekolah-sekolah di bawah Yayasan Al Hidayah ini semakin maju serta mampu melahirkan para pemimpin bangsa dan negara,” ujarnya.

Bagi anak yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah ke SMP atau putus sekolah karena terkendala biaya, KDS menyebut ada program Bedas Calakan (Beasiswa Cerdas Aktif Lanjutkan).

Selain itu juga program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berupa pendidikan nonformal setara sekolah yang setiap tahunnya menyiapkan kuota hingga 50 ribu siswa yang putus sekolah atau ingin melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan ijazah SD, SMP maupun SMA.

“Itulah makanya dengan adanya program-program ini, maka semua harus belajar atau semua harus sekolah itu bisa betul-betul terwujud,” tandas KDS.

Pada tasyakuran khitanan massal gratis Al Hidayah itu, KDS juga memberikan uang ‘panyecep’ bagi anak-anak yang dikhitan. Menurutnya, khitanan massal yang merupakan tradisi Ponpes Al Hidayah pasca Idul Adha ini merupakan kegiatansosial Al Hidayah yang mampu meningkatkan kepekaan sosial.

“Dengan tasyakuran khitanan massal ini, mari kita doakan Pondok Pesantren Al Hidayah agar lebih maju, juga kita doakan anak yang dikhitan menjadi anak yang soleh, selalu sehat, panjang umur. Anak yang menjadi para pemimpin di masa depan, berbakti kepada kedua orangtua dan berguna mengabdikan dirinya kepada agama bangsa negara,” tutupnya.

RN/ Dermawan Setiawan /red

Pos terkait