Jakarta Pusat — Sebanyak 15 personel Polsek Sawah Besar mengikuti apel pelayanan pengamanan rencana aksi unjuk rasa yang digelar pada Rabu (21/1/2026) pukul 10.10 WIB. Apel ini bertujuan memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman dan tertib. Apel dipimpin oleh IPTU Budi Santoso, S.H., selaku Kapospol Rajawali/Wali 1, dan dilaksanakan di wilayah Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjelang aksi dari Gerakan Mahasiswa Se Nusantara di Kantor OJK RI, Jalan Dr. Wahidin Raya, Pasar Baru.
Dalam apel tersebut hadir sejumlah pejabat dengan peran masing-masing, di antaranya IPDA Budianto Siagian selaku Padal Objek/Kanit Propam. Kekuatan pengamanan berjumlah 15 personel, terdiri dari 10 anggota Polsek Sawah Besar dan lima personel pengamanan dalam (Pamdal). Pimpinan apel memberikan arahan agar seluruh personel bertindak sesuai perintah pimpinan dan mengedepankan prosedur yang telah ditetapkan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat KOMBESPOL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. “Pengamanan unjuk rasa adalah bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat. Personel diminta bertindak profesional, humanis, dan tidak membawa senjata api maupun senjata tajam,” ujar Reynold.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan pengendalian diri di lapangan. Menurutnya, keselamatan personel dan peserta aksi harus menjadi prioritas utama agar situasi tetap kondusif tanpa mengurangi substansi demokrasi.
Dalam arahannya, pimpinan apel kembali menekankan larangan bersikap arogan serta kewajiban menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Seluruh tindakan di lapangan harus berada di bawah kendali kepolisian, termasuk koordinasi dengan Pamdal agar tidak terjadi tindakan kekerasan terhadap massa aksi.
Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan, S.Sos., menambahkan penekanan agar anggota benar-benar mengedepankan pendekatan persuasif. “Kami ingin memastikan pengamanan berjalan dengan cara yang santun dan beradab. Personel tidak boleh terpancing emosi dan harus menjaga citra Polri di tengah masyarakat,” kata Rahmat.
Sementara itu, situasi di sekitar Kantor OJK RI terpantau ramai namun terkendali. Arus lalu lintas berjalan normal, aktivitas perkantoran tetap berlangsung, dan personil selanjutnya siaga menunggu masaa yang akan menyampaikan pendapatnya.
Sejumlah warga dan pegawai di sekitar lokasi berharap pengamanan seperti ini terus dipertahankan. Mereka menilai kehadiran polisi yang humanis membuat masyarakat merasa aman dan aktivitas tidak terganggu. “Kami mendukung penyampaian aspirasi, asal tertib. Dengan pengamanan yang baik, semua pihak merasa nyaman,” ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
RN/Indah /red






