refubliknews.com,- Bekasi Program pembinaan sepak bola usia dini yang digelar MaPAN FC di Stadion BISF, Bekasi Timur, dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola nasional. Hal tersebut disampaikan Bang Alex saat menghadiri launching perdana MaPAN FC, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan pecinta sepak bola tersebut melibatkan 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mewakili Kota Bekasi. Program ini mengusung konsep pembinaan usia dini sebagai fondasi utama regenerasi pemain sepak bola Indonesia.
Menurut Bang Alex, kemajuan sepak bola nasional tidak bisa dilepaskan dari peran anak-anak sebagai generasi penerus. Olehu karena itu, pembinaan harus dimulai sejak usia dini secara konsisten dan terstruktur.
“Sepak bola Indonesia tidak akan melahirkan pemain nasional kalau bukan dimulai dari anak-anak,” ujar Bang Alex dengan penuh antusias.
Ia menambahkan, program Satu Anak Satu Bola yang diinisiasi MaPAN FC bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Program Satu Anak Satu Bola ini adalah harapan bagi anak-anak Indonesia dan juga harapan bagi masa depan sepak bola kita,” ungkapnya.
Bang Alex menjelaskan, peluncuran MaPAN FC di Kota Bekasi menjadi langkah awal dari gerakan pembinaan sepak bola yang skalanya tidak lagi bersifat lokal, melainkan nasional. Ke depan, program ini direncanakan akan dilanjutkan melalui roadshow ke berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bukan lagi kegiatan di tingkat RT, RW, atau kelurahan. Skupnya sudah nasional. Kota Bekasi menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain,” tegasnya.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Bang Alex juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam suksesnya acara. Meski diakui terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat dan tujuan utama kegiatan.
“Kami bersyukur acara hari ini bisa terlaksana dengan baik. Walaupun ada kendala kecil di luar perkiraan, tapi tidak mengurangi semangat dan tujuan utama dari pembinaan sepak bola usia dini ini,” pungkasnya
RN/ Gusdin /red






