[18/2, 10.37] Roberd Efendi Pasaribu| kabiro Bekasi RN: Bupati Bandung Instruksikan Inspektorat Siapkan Reward and Punishment Atas Kinerja ASN

refubliknews.com, – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi peningkatan kinerja Inspektorat Kabupaten Bandung dalam kurun waktu empat tahun belakangan ini.

Menurut bupati, Inspektorat bukan hanya mampu mengawal Pemkab Bandung meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dari BPK RI saban tahunnya. Tapi juga dalam hal inovasi seperti berbagai aplikasi dan Coaching Clinic serta Command Center Inspektorat.

Termasuk antisipasi atau langkah preventif pencegahan korupsi maupun tindak pelanggaran lainnya, disertai peningkatan kualitas dan kuantitas SDM.

“Pencegahan baik berupa regulasi maupun kebijakan lainnya sudah diantisipasi oleh Inspektorat agar jangan sampai terjadi adanya penyimpangan-penyimpangan,” ungkap Bupati Bandung saat ekspos OPD di Kantor Insperktorat, Soreang, Senin (17/2/2025).

Namun di sisi lain Bupati Dadang Supriatna pun mengungkapkan kekecewaannya jika masih ada oknum ASN yang melanggar aturan, tapi tidak dikenai sanksi.

Selain dengan langkah pencegahan, imbuh bupati, mestinya sanksi pun harus disiapkan jika ada ASN Pemkab Bandung, camat hingga kepala desa yang melakukan kesalahan, sebagai reward and punishment atas kinerjanya. Sanksi tersebut bisa dibuat melalui surat keputusan atau Peraturan Bupati Bandung maupun regulasi lainnya.

Karena saya selama ini bupati melihat ada rasa ketidakadilan. Yang benar-benar bekerja, benar-benar rajin dalam melayani masyarakat, tapi tidak ada reward buatnya.

“Sebaliknya yang melakukan kesalahan pun tidak ada punishment-nya. Padahal kerjaannya suka menipu dan membodohi masyarakat,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang DS ini.

Menurutnya punishment ini penting karena menyangkut etos kerja dan untuk meningkatkan tanggung jawab setiap ASN. Jangan sampai ada oknum ASN yang melakukan kesalahan, hanya terus dilakukan pembinaan terhadapnya.

“Jujur, saya tidak setuju dan kecewa kalau masih ada oknum ASN apalagi pejabat publik yang masih seperti itu. Artinya tidak adil dan kalau tidak ada punishment bagi oknum ASN yang melakukan pelanggaran. Berlakukan! Kalau perlu sanksi demosi, turunkan jabatannya,” tandas bupati.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana mengingatkan agar Inspektorat tetap berkonsentrasi dalam hal LKPJ dengan memperhatikan setiap arahan dari BPK RI, agar Opini WTP tetap disandang Pemkab Bandung di tahun 2024 untuk tahun 2025.

“Salah satu poinnya, mohon diperhatikan mengenai penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang menjadi salah satu penilaian LHP BPK RI,” pesan sekda.

Selain itu, sekda juga menekankan pentingnya peningkatan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di tiap kecamatan, yang merupakan rangkaian prosedur, alat, dan aktivitas yang digunakan untuk mengukur dan menetapkan kinerja instansi pemerintah. Termasuk program strategis berupa kesepakatan dengan para aparat penegak hukum (APH).

Sumber : Diskominfo Kab. Bandung/FNC
Editor :RN/Robert Efendi P/red
[18/2, 10.53] Roberd Efendi Pasaribu| kabiro Bekasi RN: Tidak Kurang 60 Anak-anak Keluarga Kurang Mampu Berpatisipasi Dalam Khitanan Massal yang Digelar Rumah Zakat Bersama Yayasan An Nisaa

            BANDUNG | Forwacinews.com – Rumah Zakat bersama Yayasan An Nisaa sukses menggelar kegiatan Khitanan Massal di Masjid Baiturrahmaan, Taman Kopo Indah, Kota Bandung, pada Hari Sabtu 15 Februari 2025.

Sebanyak 60 peserta anak-anak dari keluarga kurang mampu berpartisipasi dalam kegiatan penuh kebaikan ini. Acara ini merupakan bagian dari campaign #BikinBahagia yang diusung oleh Rumah Zakat sepanjang tahun 2025.

Diberitahukan sebelumnya, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, khususnya dari keluarga yang membutuhkan.

Dijelaskan pula, dengan adanya kegiatan khitanan massal ini, diharapkan para peserta mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus dukungan moral dari komunitas sekitar.

Program Leader Rumah Zakat Bandung, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kepedulian bersama dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dapat berkolaborasi dengan Yayasan An Nisaa untuk menyelenggarakan khitanan massal ini. Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban orang tua dan memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak yang berpartisipasi,” ujarnya.

Tak hanya layanan khitan gratis, anak-anak yang mengikuti program ini juga mendapatkan paket bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan agar mereka semakin bersemangat dan bahagia.

Tampak pada kegiatan tersebut penuh dengan suasana keceriaan, hal itu terpancar di saat anak-anak yang selesai dikhitan selanjutnya mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh panitia.

Ibu Agustini sebagai perwakilan dari Yayasan An Nisaa, turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan khitanan massal ini.

“Alhamdulillah, acara khitanan massal telah berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini, terutama kepada Rumah Zakat yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan kegiatan ini,” ucapnya

Di pihak lain, para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka sebagai peserta juga mengungkapkan rasa syukur atas adanya program ini.

“Alhamdulillah, anak saya bisa dikhitan dengan baik dan mendapat perhatian penuh dari para panitia. Semoga Rumah Zakat dan Yayasan An Nisaa semakin maju dan terus berbagi kebahagiaan,” ungkap salah satu orang tua peserta khitanan massal.

Dengan terselenggaranya khitanan massal ini, Rumah Zakat dan Yayasan An Nisaa berharap dapat memberikan manfaat yang luas serta membawa senyum kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarganya.

“Semoga Campaign #BikinBahagia akan terus menghadirkan berbagai program sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan” harapnya.

Sumber : Lipsus Giat Sosial Rumah Zakat/Tim FNC (Apep Sae)
Editor :RN/Robert Efendi Pasaribu/red

Pos terkait