Turut berduka cita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. (1953 -2026)

refubliknews.com, – Indonesia kehilangan seorang seniman, bukan sekadar putra seorang Proklamator.26/09/202

Yang ditinggalkannya bukan gelar dinasti, melainkan lagu, tari, gagasan, dan keberanian mempertemukan tradisi dengan sesuatu yang baru.

Guruh punya pilihan kata, bunyi, gerak, dan rasa yang tiada banding. Ada sesuatu yang baru dalam karyanya, tetapi tidak kehilangan akar. Modern, tanpa kehilangan selera seni yang tinggi.
Negeri ini mungkin tidak pernah kekurangan politisi.

Tetapi ketika seorang maestro pergi, kita kembali sadar.

Indonesia jauh lebih sering kekurangan maestro daripada kekurangan politisi.

Selamat jalan, Mas Guruh.
Karyamu akan terus berbicara, bahkan ketika penciptanya telah terbaring diam.

GSP meninggalkan sebuah jejak bernama Swara Mahardhika.

RN/ Sulaeman /red

Pos terkait