Polsek Senen menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan apel pelayanan pengamanan terkait rencana aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Yudisial RI, Jalan Kramat Raya Nomor 57, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Apel pengamanan dimulai pukul 11.25 WIB dan dipimpin langsung oleh Wakapolsek Senen AKP Basuki Rahmad. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif selama pengamanan aksi berlangsung.
Aksi unjuk rasa tersebut rencananya digelar oleh elemen Aliansi Milenial Demokrasi Nasional dengan estimasi massa sekitar 20 orang. Massa aksi dipimpin Alim Sofian Ritonga dan membawa tuntutan pencopotan hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam serta hakim Pengadilan Tinggi Medan atas dugaan kongkalikong dalam putusan yang disebut menguntungkan mafia tanah.
Basuki mengingatkan seluruh personel agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun gesekan di lapangan.
“Seluruh personel agar tetap satu komando dan tidak bertindak sendiri-sendiri di lapangan,” ujar Basuki dalam arahannya.
Selain itu, personel pengamanan juga diingatkan untuk tidak membawa senjata api selama bertugas. Pengecekan dilakukan langsung oleh Provos guna memastikan pelaksanaan pengamanan sesuai prosedur.
Dalam apel tersebut turut dibacakan 18 Direktif Kapolda Metro Jaya sebagai pedoman pelaksanaan tugas pelayanan dan pengamanan aksi unjuk rasa.
Pengamanan kegiatan dipimpin Kapam Objek Kompol Widodo Saputro selaku Kapolsek Senen. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam pengamanan, terdiri dari 11 personel Polsek Senen dan 1 personel Satlantas.
Kegiatan apel pengamanan selesai pada pukul 11.40 WIB. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Kantor Komisi Yudisial RI terpantau aman dan terkendali.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






