refubliknews.com,- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Imron Ermawan membenarkan adanya pengamanan tersebut. Polisi juga menyita 12 kaleng cat yang diduga akan digunakan untuk aksi vandalisme.
”Sebanyak 19 orang tersebut sampai pagi ini masih dimintai keterangan oleh para penyidik. Hasil akhirnya nanti akan di-update kembali siang atau sore,” kata Imron dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda bersama Kapolda Metro Jaya di Pos Polisi Bundaran HI, Kamis (29/10/2026).
Imron mengatakan, salah satu orang yang diamankan masih di bawah umur. Orang tersebut telah diserahkan kepada unit yang menangani perkara anak untuk penanganan lebih lanjut.
Selain cat, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, sejumlah orang yang diamankan diduga membawa petasan dan senjata tajam. Polisi masih mendalami keterkaitan dan peran tiap-tiap orang dalam aksi tersebut.
Polisi juga akan mendalami sejumlah video yang beredar di media sosial terkait dugaan kekerasan selama aksi berlangsung.
Budi mengapresiasi informasi yang disampaikan masyarakat melalui media sosial, tetapi mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Sebelumnya, massa dari berbagai elemen masyarakat memadati badan Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI pada Rabu sore. Sekitar pukul 15.00 WIB, aparat kepolisian menahan barisan massa yang hendak bergerak menuju Bundaran HI.
Personel TNI Angkatan Darat turut membentuk barisan di belakang polisi.Meski tertahan, massa tetap berorasi dan meneriakkan, ”Revolusi, revolusi, revolusi.” Demonstran datang menggunakan bus dan angkutan kota, dengan sebagian besar massa bergerak dari arah Bendungan Hilir dan Jalan Jenderal Sudirman.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan lima tuntutan. Kelima tuntutan itu ialah penetapan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional, penegakan hukum terhadap korporasi yang terlibat serta pemulihan ekosistem, pembenahan kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial, penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan dan perwujudan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.
Budi mengatakan, pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi dilakukan bersama TNI, Pemerintah Provinsi Jakarta, dan unsur pengamanan dalam (pamdal). Ia menyebut keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan jurnalis menjadi prioritas.
Budi juga menyampaikan permohonan maaf atas dugaan pelarangan terhadap jurnalis saat meliput aksi. ”Kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi konstitusi dan undang-undang. Karena itu, pengamanan dilakukan untuk menjaga agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib sekaligus melindungi masyarakat lainnya.
Polisi mengamankan sebanyak 19 orang terkait aksi massa pada 28 Oktober 2026 di Jakarta kemarin. Sejumlah barang bukti, mulai senjata tajam hingga cat, disita sebagai barang bukti.
“19 orang yang diamankan, diamankan dengan membawa petasan, ada membawa sajam, termasuk ditemukan barang-barang yang akan digunakan untuk vandalisme,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan menambahkan, 19 orang yang diamankan tersebut masih diperiksa.
Polisi masih mendalami apakah mereka berstatus mahasiswa atau bukan.Imron menambahkan, di antara mereka yang diamankan, ada satu orang yang berusia di bawah umur. Saat ini anak tersebut sudah diserahkan kepada Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya.
Imron mengatakan cat berwarna yang dibawa massa aksi diduga akan digunakan untuk aksi vandalisme. Saat ini cat tersebut sudah diamankan pihak kepolisian.
“Polda Metro Jaya telah mengamankan cat atau bahan pewarna yang diduga akan digunakan kemarin untuk vandalisme.
Alhamdulillah, bisa diamankan orang tersebut, terutama barang buktinya berupa cat sebanyak 12,” jelasnya.
Sebagai informasi, sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa pada 28 Oktober 2026. Aksi tersebar di beberapa titik mulai di kawasan Bundaran HI hingga kawasan Dukuh Atas.
RN/ Sulaeman /red






