refubliknews.com,- BAYAH – Selain dikenal dengan potensi laut dan perkebunannya, wilayah Bayah juga memiliki sektor pertanian padi yang menjadi tumpuan hidup masyarakat lokal. Guna meningkatkan produktivitas hasil tani, BRI Kantor Cabang Rangkasbitung melalui BRI Unit Bayah mengencangkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM sektor padi, mulai dari kelompok tani hingga pengusaha penggilingan kecil.
Langkah ini diambil untuk memastikan para pejuang pangan di wilayah Lebak Selatan memiliki akses permodalan yang mudah guna memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi).
Dukungan Modal untuk Modernisasi Pertanian
Pemimpin Cabang BRI Rangkasbitung, Eko Mandala Saputra, menyatakan bahwa penyaluran KUR di sektor padi merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal, sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani di Bayah.
"Sektor padi di Bayah memiliki tantangan dan potensi tersendiri. Dengan dukungan KUR, kami ingin petani dan pengusaha padi di sini mampu meningkatkan skala usahanya, baik untuk pengadaan pupuk, bibit, maupun alat mesin pertanian. Kami ingin memastikan tidak ada proses produksi yang terhambat karena kendala biaya," ungkap Eko.Pendampingan Humanis di Unit Bayah
Melalui peran aktif para Mantri di BRI Unit Bayah, proses penyaluran kredit dilakukan dengan jemput bola ke desa-desa. Petugas tidak hanya memproses pinjaman, tetapi juga memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan agar modal yang diterima dapat digunakan secara efektif.
Fokus utama penyaluran KUR padi di Unit Bayah meliputi:
Pembiayaan Musim Tanam: Membantu petani memenuhi kebutuhan modal awal di setiap siklus tanam.
Optimalisasi Pascapanen: Mendukung pengusaha penggilingan padi kecil untuk meningkatkan kualitas hasil gilingan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Literasi Perbankan: Mengenalkan kemudahan transaksi lewat BRImo dan penyediaan AgenBRILink di sentra-sentra pertanian untuk memudahkan akses keuangan warga.“BRI Unit Bayah adalah mitra terdekat bagi masyarakat pertanian di sini. Harapan kami, dengan adanya stimulan modal ini, Bayah tidak hanya unggul di sektor wisata dan kelapa, tetapi juga mandiri dalam swasembada padi,” tutup Eko Mandala Saputra.
Dengan komitmen yang kuat di sektor hulu, BRI Rangkasbitung terus membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok Kabupaten Lebak.
RN/ Sulaeman /red






