refubliknews.com,- Jakarta Barat Pekerjaan pembersihan gorong-gorong dan trotoar di kawasan Jalan Tubagus Angke Raya, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, menuai sorotan warga dan pedagang sekitar. Kegiatan yang dilakukan oleh petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Barat ini dikabarkan sudah berlangsung sekitar enam hari.
Tujuan utama pekerjaan tersebut adalah mengantisipasi banjir dengan membersihkan genangan air serta sampah yang menyumbat saluran di sepanjang jalan raya. Namun, di balik kegiatan itu, muncul dugaan adanya praktik tidak adil dan koordinasi tidak transparan antara petugas lapangan dengan sejumlah pedagang kaki lima.
Sejumlah pedagang mengaku kecewa karena ada ketimpangan dalam penanganan lapak di area tersebut. Fitri, pedagang es teh manis dan seblak, menyebut bahwa lapaknya sudah dibongkar sejak empat hari lalu namun belum juga diangkut oleh petugas.
“Kenapa yang sudah empat hari dibongkar belum diangkat, tapi yang baru dibongkar langsung diangkut? Kami cuma ingin perlakuan yang adil,” ungkap Fitri kepada wartawan refubliknews.com,- di lokasi.
Fitri menambahkan, dugaan adanya koordinasi khusus antara petugas SDA dan salah satu pedagang pecel lele mulai diperbincangkan warga.
“Katanya ada yang kasih uang ke petugas supaya lapaknya segera dibereskan,” ujarnya.
SEMENTARA itu, dua pedagang lain juga menyatakan keberatan atas dugaan adanya perlakuan tidak adil di lapangan. Mereka berharap Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Kebersihan Kota Jakarta Barat dapat menindaklanjuti persoalan ini secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Suku Dinas SDA Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya koordinasi tidak wajar maupun perbedaan perlakuan dalam proses pembersihan gorong-gorong tersebut. (///)
RN/ Yakub /red






