refubliknews.com,- KABUPATEN BANDUN — Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau lebih akrab disapa KDS menghadiri agenda Sosialisasi Program Kerja 2025–2029 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung sekaligus penyerahan bantuan secara simbolis. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung pada Selasa pagi (06/10/2026).
Dalam suasana hangat penuh keakraban bersama para pensiunan PNS, KDS menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kekompakan para purna tugas yang tetap aktif dan produktif.
“Pertama dan yang paling utama, tentunya kita wajib bersyukur. Saya melihat para sesepuh-sesepuh, para senior, walaupun usianya sudah di atas 80 tahun tapi saya melihat para senior masih guyub, masih kompak. Ini menandakan bahwa kalau PWRI mana ada bakal pensiun,” ujar KDS di hadapan para pengurus dan anggota PWRI.
Dalam kesempatan tersebut, KDS memberikan dukungan penuh terhadap rencana penataan organisasi dan pembentukan badan usaha berupa Koperasi PWRI Kabupaten Bandung periode 2025–2029 di bawah kepemimpinan Yudi Haryanto. Untuk menunjukkan komitmennya, KDS siap memberikan dukungan finansial awal secara langsung.
“Mengenai operasionalnya silakan tunjuk yang profesional, pengusahanya. Karena kelebihan koperasi itu dari, oleh, untuk anggota. Pak Yudi, kalau nanti sudah berdiri Koperasi PWRI Kabupaten Bandung, diresmikan, modal usahanya saya langsung nyimpan simpanan awal Rp100 juta khusus untuk ini. Tapi jalankan! Untuk pasarnya enggak usah khawatir,” tegasnya.

Selain membahas pemberdayaan pensiunan, KDS juga membeberkan dinamika tantangan anggaran daerah yang sedang dihadapi Kabupaten Bandung akibat penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga Rp1 triliun dari pemerintah pusat.
“Tapi mohon maaf belum bisa maksimal, karena TKD kita berkurang Rp1 triliun. Dari Rp3,6 triliun, TKD kita jadi Rp2,6 triliun. Sementara gaji karyawan saja sudah Rp2,7 triliun. Nah, sehingga kondisi hari ini memang untung masih ada program-program efisiensi,” ungkapnya.
Meski keuangan daerah mengalami efisiensi ketat, KDS memastikan program-program prioritas keumatan dan karakter masyarakat tidak akan dipangkas.
“Terus yang kedua, guru ngaji Rp109 miliar per tahun. Walaupun TKD berkurang tapi saya janji ingin memuliakan ulama, tetap program guru ngaji mah saya berikan. Kenapa? Karena yang membentuk karakter dan akhlak anak-anak kita tuh guru ngaji,” jelas KDS.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)
RN/ Darmawan Setiawan /red






