refubliknews.com – Lampung || Ratusan warga mengamuk dan membakar bangunan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. Aksi anarkis itu dipicu dugaan kasus pencabulan yang disebut melibatkan pimpinan ponpes tersebut. Satu warga yang diduga ikut membakar dilaporkan telah diamankan polisi.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, kemarahan warga memuncak setelah pimpinan pondok pesantren diduga tetap bertahan di lokasi. Padahal sebelumnya massa telah meminta yang bersangkutan meninggalkan area ponpes. “Dari hasil penyelidikan sementara, massa meminta pemilik ponpes untuk tidak lagi berada di sana. Mereka menuding pimpinan ponpes melakukan pencabulan,” kata Yuni, Minggu 10/5/2026.
Sebelum pembakaran terjadi, warga sempat memberi tenggat waktu agar pemilik pondok segera pergi. Namun hingga batas waktu yang diberikan berakhir, yang bersangkutan disebut masih berada di lingkungan pesantren. “Warga terus memantau kondisi di lokasi dan mendapati pemilik ponpes masih bertahan di sana. Massa yang emosi kemudian melakukan perusakan hingga pembakaran,” ungkapnya.
Saat ini situasi di lokasi sudah dikendalikan aparat. Polisi masih mendalami dugaan pencabulan sekaligus memproses hukum para pelaku perusakan dan pembakaran. Polda Lampung mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib.
RN/Raffa Christ Manalu/red






